Kredit Bermasalah Bank Syariah Terus Meningkat

Kredit Bermasalah Bank Syariah Terus Meningkat

- detikFinance
Kamis, 04 Okt 2007 10:26 WIB
Jakarta - Jumlah kredit bermasalah perbankan syariah atau Non Performing Financing (NPF) terus meningkat. Per Agustus 2007, NPF perbankan syariah Indonesia sudah mencapai 6,63%.Angka itu berarti terus menunjukkan kenaikan dibandingkan per Agustus 2006 yang hanya 5,08%. Pada Desember 2006, NPF sebesar 4,75%, dan terus naik menjadi 5,73 pada Maret 2007 dan per Juni 2007 sebesar 6,2%.Demikian data yang dikutip detikFinance, Kamis (4/10/2007) dari "Statistik Perbankan Syariah" yang dirilis oleh Bank Indonesia.Dari NPF yang terus meningkat itu, untuk pembiayaan yang terkategori lancar porsinya terus turun dari 90,89% pada Desember 2006 menjadi 87,53% pada Agustus 2007.Sementara persentase pembiayaan yang macet justru meningkat dari 1,87% pada Desember 2006 menjadi 2,99% pada Agustus 2007.Demikian pula yang terkategori kurang lancar naik dari 1,72% menjadi 2,24%. Sementara yang dalam perhatian khusus naik dari 4,36% menjadi 5,84% dan diragukan naik dari 1,15% menjadi 1,4%.Total pembiayaan yang disalurkan perbankan syariah hingga Agustus 2007 mencapai Rp 24,637 triliun, naik dibandingkan per Desember 2006 yang mencatat angka Rp 20,444 triliun. Dari seluruh pembiayaan perbankan syariah, porsi terbesar diberikan kepada sektor listrik, gas dan air (49,084%) dan jasa dunia usaha (30,72%).Porsi pembiayaan lainnya adalah pertanian, kehutanan dan sarana pertanian (2,61%), pertambangan (1,94%), perindustrian (4,82%), konstruksi (8,86%), perdagangan, restoran dan hotel (15,5%), pengangkutan, pergudangan dan komunikasi (6,05%), jasa sosial (6,84%), lain-lain (22,46%).Untuk jumlah dana pihak ketiga di perbankan syariah terus menunjukkan peningkatan menjadi Rp 23,308 triliun, dari Rp 20,672 per Desember 2006.Namun untuk laba per Agustus 2007 turun menjadi hanya Rp 339,951 miliar, dibandingkan per akhir Desember 2006 yang sebesar Rp 355,047 miliar. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads