Bank Capital Agresif Buka Cabang

Bank Capital Agresif Buka Cabang

- detikFinance
Kamis, 04 Okt 2007 12:30 WIB
Jakarta - PT Bank Capital Indonesia Tbk agresif menambah cabang jaringan untuk memperluas segmen usahanya.Bank Capital makin terpacu mempeluas lini usaha setelah sahamnya tercatat di Bursa Efek Jakarta (BEJ) Kamis ini (4/10/2007)."Pada tahun 2007 jaringan kantor yang akan dibuka sekitar 2 atau 3 kantor lagi di Jakarta. Sehingga tahun ini diperkirakan akan memiliki 12-13 kantor. Target tahun depan, kita akan lebih agresif menambah jumlah kantor," kata Dirut Bank Capital Nico Mardiansyah.Hal itu diungkapkan Nico dalam jumpa pers pencatatan saham perdana perseroan di gedung BEJ, Kamis (4/10/2007). Masuknya Bank Capital dalam pasar modal, kata Nico, akan memberikan manfaat yang luar biasa. "Dan kita akan terpacu untuk bekerja lebih keras," katanya.Bank Capital juga sudah siap memenuhi persyaratan Arsitektur Perbankan Indonesia (API) karena ekuitas sudah mencapai Rp 107 miliar dan ada tambahan modal Rp 75 miliar dari IPO."Jadi kita sudah punya Rp 180 miliar. Bank Capital tidak masalah dengan batas minimum Rp 80 miliar," ujar Nico.Bank Capital kini masih bergerak di pembiayaan perusahaan menengah dan secara perlahan akan mengembangkan ke pembiayaan konsumer dan UKM."Saat ini kita fokus ke medium enterprises, baru kalau cabang-cabang kita sudah banyak kita akan bergerak ke small enterprises dan consummer finance," katanya.Dalam 1-2 tahun kedepan, menurut Nico, Bank Capital masih akan fokus ke bisnis dan industri di Jakarta. "Baru step by step kita akan menambah ke kota-kota lain. Tidak menutup kemungkinan kita juga akan bergerak ke agribisnis nantinya," jelas Nico. Rasio kecukupan modal (CAR) Bank Capital sebelum IPO mencapai 40 persen. Kini target CAR perseroan kedepan dijaga pada kisaran 20-25 persen. Laba sebelum pajak tahun 2007 ditargetkan Rp 14 miliar dan tahun 2008 sebesar Rp 25 miliar. Pencapaian laba sebelum pajak hingga triwulan III-2007 sudah sebesar Rp 10 miliar. Target kredit untuk tahun 2008 diprediksi meningkat 20-30 persen. (ir/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads