Jelang Lebaran, Pegadaian Ramai Dirubung Nasabah

Jelang Lebaran, Pegadaian Ramai Dirubung Nasabah

- detikFinance
Jumat, 05 Okt 2007 13:24 WIB
Jakarta - Menjelang lebaran, Pegadaian menjadi salah satu tempat yang paling ramai dikunjungi. Masyarakat yang menggadaikan barangnya untuk mendapatkan uang sama ramainya dengan mereka yang datang untuk melunasi barang untuk dipakai.Manager Operasi dan Pengembangan Pegadaian Kanwil Utama Jakarta Rully Yusufmenjelaskan jumlah nasabah yang mencairkan dan melunasi barangnya memang hampir sama besar."Kalaupun ada perbedaan, paling hanya 5-10 persen," katanya ketika ditemui detikFinance dikantornya, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (4/10/2007).Kebanyakan nasabah yang aktif menjelang ramadan dan lebaran biasanya adalah ibu rumah tangga yang mencairkan atau melunasi perhiasannya. Perhiasan itu biasanya akan digunakan saat lebaran.Selain itu ada juga para pengusaha musiman yang membutuhkan uang untuk memulai usaha khas ramadan. Para pengusaha besar pun tak ketinggalan, banyak dari mereka yang menggadaikan perhiasan dalam jumlah besar untuk membayar THR pegawainya.Berdasarkan pengamatan detikFinance, antrean nasabah di kantor-kantor Pegadaian pada akhir minggu ketiga puasa ini sudah mulai agak sepi. Puncak kepadatan nasabah di kantor-kantor pegadaian terjadi pada pekan kedua puasa."Ramai-ramainya nasabah itu pada tanggal 24-29 September kemarin. Kalau sekarang sepertinya banyak yang sudah mulai menggunakan uangnya untuk persiapan lebaran," kata Manager Cabang Perum Pegadaian Pondok Bambu Dede Kurniawan.Dari sisi transaksi, aktivitas nasabah Pegadaian tahun ini meningkat sekitar 20 persen. Dari data Kanwil Utama Jakarta, pada 2006 nominal pencairan sampai Septembermencapai Rp 2,514 triliun dan nominal pelunasannya mencapai Rp 2,247 triliun. Sementara sampai September 2007 pencairan meningkat menjadi Rp 2,998 triliun dan pelunasanannya menjadi Rp 2,763 triliun. Meningkatnya aktivitas ini, menurut Rully, didorong pertumbuhan di sektor riil yang juga didukung kredit perbankan. Sehingga banyak masyarakat yang memutar uangnya di Pegadaian."Pegadaian kan mirip perbankan sebetulnya. Kalau kita tabungannya misalkan emas, kalau perbankan bentuknya deposito," tambah Rully.Jadi, siapa menyusul ke Pegadaian? (lih/ard)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads