Terbitkan Obligasi Ritel Infrastruktur, SMI Kejar Rp 300 Miliar

Terbitkan Obligasi Ritel Infrastruktur, SMI Kejar Rp 300 Miliar

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Senin, 09 Mar 2026 22:44 WIB
Dirut PT Sarana Multi Infrastruktur atau SMI Reynaldi Hermansjah
Dirut PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Reynaldi HermansjahFoto: Aulia Damayanti/detikcom
Jakarta -

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI merilis Obligasi Ritel Infrastruktur (ORIS). Instrumen investasi ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I PT SMI Tahap II Tahun 2026.

Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah mengatakan nantinya seluruh dana yang didapat dari penjualan obligasi ini akan digunakan untuk pembangunan jaringan infrastruktur tanah air. Mulai dari jalan dan jembatan, rumah sakit, hingga penyediaan air minum dan ketenagalistrikan.

"Dengan demikian penerbitan ORIS dapat memperdalam peran pasar keuangan nasional dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan," ujar Reynaldi dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (9/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melalui instrumen ini PT SMI tak hanya berfokus pada penyelesaian proyek fisik semata, namun juga pada nilai tambah yang dihasilkan bagi masyarakat. Hal ini terlihat dari multiplier ekonomi yang berhasil diciptakan Perseroan.

"Dari sisi kontribusi kepada pembangunan nasional, secara akumulatif nilai proyek yang telah dibiayai oleh PT Sarana Multi infrastruktur adalah sebesar Rp 1.183 triliun meliputi 192 proyek PSN," terang Reynaldi

ADVERTISEMENT

"Menurut perhitungan kami, kami telah mendapatkan multiplier efek sebesar 8,9 kali. Kami juga mendukung 5 dari 8 visi asta cita pemerintah," sambungnya.

Direktur Manajemen Risiko PT SMI Pradana Murti menjelaskan ORIS diterbitkan dalam dua pilihan tenor yakni 1 tahun dan 3 tahun. Dengan masing-masing memberikan kupon dengan bunga sebesar 5,60% untuk tenor 1 tahun dan 6,05% untuk tenor 3 tahun.

"Nilai minimum pemesanan adalah sebesar Rp 5 juta dan berlaku kelipatan Rp 1 juta untuk setiap tambahan nilai pemesanan," ucap Pradana.

Kemudian penetapan kupon dilakukan pada 6 Maret 2026. Sementara masa penawaran atau bookbuilding berlangsung pada 9 Maret hingga 9 April 2026.

Penetapan hasil penjualan dijadwalkan pada 10 April 2026. Serta untuk proses settlement atau penerbitan obligasi akan dilakukan pada 6 Mei 2026.

"Obligasi penerbitan adalah sebanyak-banyaknya sebesar Rp 300 miliar. Kemudian peringkat instrumen adalah idAAA oleh Pefindo, ini merupakan peringkat tertinggi yang dapat diberikan oleh lembaga rating di Indonesia terhadap korporasi di Indonesia," ujarnya.

Pembayaran kupon pertama kepada investor dijadwalkan pada 6 Juni 2026 yang sekaligus menjadi akhir masa minimum holding period bagi investor. Artinya ORIS juga dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah masa minimum holding period.

Untuk jatuh tempo, obligasi ini menawarkan dua pilihan tenor. Tenor pertama berdurasi 370 hari dengan jatuh tempo pada 16 Mei 2027, sementara tenor kedua berdurasi tiga tahun dengan jatuh tempo pada 6 Mei 2029.

(igo/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads