Rupiah Tak Libur saat Lebaran, BI Siaga Hadapi Guncangan Perang Timur Tengah

Rupiah Tak Libur saat Lebaran, BI Siaga Hadapi Guncangan Perang Timur Tengah

Retno Ayuningrum - detikFinance
Kamis, 19 Mar 2026 18:30 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menembus level psikologis Rp 17.000 pada perdagangan awal pekan. Pelemahan ini terjadi seiring meningkatnya tekanan dari berbagai sentimen global yang mempengaruhi pergerakan mata uang negara ber
Foto: Rifkianto Nugroho/detikfoto
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) memastikan stabilitas nilai tukar Rupiah sepanjang libur Lebaran di tengah perkembangan geopolitik, terutama konflik Timur Tengah. Walaupun pasar keuangan dalam negeri tutup sejenak karena Idul Fitri, perdagangan Rupiah di pasar internasional tetap bergerak dinamis.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan perdagangan Rupiah di pasar luar negeri tetap berjalan. Menurut ia, fluktuasinya dapat berdampak pada ekonomi Indonesia.

"Sebagai langkah antisipasi terhadap gejolak pasar global yang meningkat akibat konflik Timur Tengah, Bank Indonesia memastikan akan menjaga stabilitas rupiah sepanjang libur Lebaran 2026," ujar Destry dalam keteranganya, Kamis (19/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk membentengi ekonomi nasional dari efek perang, BI telah menyiapkan serangkaian strategi. Destry menegaskan pihaknya akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter yang ada.

ADVERTISEMENT

Langkah ini juga diambil untuk memperkuat ketahanan eksternal Indonesia. Pihaknya pun membuka peluang untuk mengambil langkah penyesuaian jika situasi di Timur Tengah semakin memanas.

"BI akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter untuk memperkuat ketahanan eksternal dari kemungkinan eskalasi perang Timur Tengah, termasuk menempuh langkah-langkah penyesuaian yang diperlukan guna tetap konsisten dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional," terang ia.

(rea/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads