Purbaya Diam-diam Guyur Rp 100 T ke Bank Sebelum Lebaran

Purbaya Diam-diam Guyur Rp 100 T ke Bank Sebelum Lebaran

Retno Ayuningrum - detikFinance
Rabu, 25 Mar 2026 18:45 WIB
Menkeu Purbaya
Foto: Anisa Indraini
Jakarta -

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa kembali menambah penempatan dana pemerintah sebesar Rp 100 triliun ke perbankan. Penempatan dana tambahan ini dilakukan sepekan sebelum Lebaran.

Purbaya mengaku langkah ini diambil setelah dirinya mengira adanya potensi kekeringan likuiditas di pasar keuangan. Hal ini ditandai dengan kenaikan imbal hasil (yield) surat berharga negara (SBN).

"Kalau bond yield naik 0,1% saya udah perhatiin, ada apa nih? Naik 0,4%, pasti kekeringan, kekurangan likuiditas di bank kurang atau apa penyebabnya? Saya cek, oh betul bank kurang. Saya tambah lagi masukin ke sistem. Seminggu sebelum Lebaran, saya tambah lagi Rp 100 triliun masukin ke sistem perekonomian," ujar Purbaya kepada wartawan di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (25/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Berdasarkan laporan Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu Astera Primanto Bhakti, dana pemerintah yang berada di Bank Indonesia (BI) masih cukup besar Rp 400 triliun. Purbaya pun langsung meminta agar menaruh Rp 100 triliun ke sistem perbankan, salah satunya Bank Jakarta sebesar Rp 2 triliun.

ADVERTISEMENT

"Masukin Rp 100 triliun ke perbankan. (Penempatan dana) Baru. Tuh enggak tahu kan. Gue tadinya mau diem-diem aja. Tapi lu pikir kita diam aja, gue masukin," tambah Purbaya.

Terkait distribusi dana Rp 100 triliun tersebut, Purbaya menyebut penempatan dilakukan secara fleksibel. Saat ditanya mengapa bank swasta belum kebagian, Purbaya memberikan jawaban jujur. Ia mengaku lebih berhati-hati dalam menempatkan uang negara di bank swasta untuk menghindari risiko hukum di masa depan.

"Belum (dapat dana bank swasta), nanti kabur kalau swasta, gue takut ah. Tapi yang bisa kita kendalikan dulu. Bank swasta kalau mau juga nanti akan kita buka, yang sehat ya. Nanti kalau enggak, gue dipenjara lagi," terang ia.

Terkait penyalurannya, Purbaya menerangkan tidak difokuskan untuk sektor riil, tapi untuk membeli instrumen SBN. Menurut Purbaya, di tengah situasi ini, perbankan cenderung menyalurkan dana untuk instrumen dengan risiko rendah.

"Gue pikir kalau mau nambah itu kan kalau nekenin, neken ke bawah kan harus ada pembeli. Taruh aja uang di bank. Pasti bank kan nyariin yang paling gampang. BI atau beli bond, dia bisa beli bond loh. Kalau beli bond akan neken yield ke bawah lagi," jelas Purbaya.

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads