BI Trauma Lonjakan Harga Minyak Dunia Tahun 2005

BI Trauma Lonjakan Harga Minyak Dunia Tahun 2005

- detikFinance
Senin, 22 Okt 2007 11:03 WIB
Jakarta - Masih segar dalam ingatan bagaimana harga minyak mentah dunia melonjak hingga US$ 70 per barel pada tahun 2005. Dan sekarang, harga minyak sudah menyentuh level US$ 90 per barel.Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Aslim Tadjudin mengaku pihaknya cukup trauma dengan kondisi lonjakan harga minyak dunia tersebut. Karena akibat lonjakan harga minyak dunia di tahun 2005, harga BBM dalam negeri harus naik hingga 100%."Yang kita takutkan pengalaman sebelum tahun 2005 dulu, adanya perbedaan harga antara dalam dan luar negeri yang terlalu lebar. Selisih antara harga di dalam negeri dan di luar terlalu lebar sehingga menimbulkan insentif orang untuk melakukan penyelundupan dan itu dulu," jelas Aslim disela-sela acara halal bihalal di gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (22/10/2007)."Dan itu yang menyebabkan kenapa kita bergejolak di tahun 2005 dulu, dan sekarang harga mulai more and less sama walaupun masih berbeda," tambah Aslim.Aslim juga memuji keberanian pemerintah menaikkan harga BBM di tahun 2005. Jika tidak, maka Indonesia saat ini bisa-bisa sudah bangkrut."Kita harapkan jangan terjadi lagi penyelundupan yang besar-besaran itu, itu yang menghancurkan, bahwa dulu keputusan yang diambil pemerintah itu sangat strategis dan sangat prinsip, kalau dulu tidak diambil saat ini kita sudah bangkrut," lanjut Aslim.Menurutnya, pada tahun 2005 cadangan devisa cukup terkuras untuk pembelian BBM yang harganya naik. Hampir US$ 10 miliar harus dikeruk untuk impor BBM saat itu."Sekarang saya belum melihat terjadinya tambahan impor yang besar sekarang ini, tapi ini harus kita jaga. Saya tidak tahu bagaimana pemerintah soal itu, maka yang saya beri komentar dari sisi neraca pembayaran, kalau dari sisi bujet tanya depkeu," pungkasnya. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads