Menkeu AS & Gubernur Bank Sentral Kumpulkan Bos-bos Bank, Ada Apa?

Menkeu AS & Gubernur Bank Sentral Kumpulkan Bos-bos Bank, Ada Apa?

Ilyas Fadilah - detikFinance
Sabtu, 11 Apr 2026 21:51 WIB
Scott Bessent, U.S. President-elect Donald Trumps nominee to be secretary of treasury, testifies during a Senate Finance Committee confirmation hearing on Capitol Hill in Washington, U.S., January 16, 2025. (Reuters)
Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent.Foto: Reuters
Jakarta -

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent dan Gubernur Bank Sentral AS (The Federal Reserve atau The Fed) Jerome Powell bertemu para CEO bank.

Pertemuan membahas potensi risiko siber yang ditimbulkan oleh model kecerdasan buatan Mythos milik Anthropic.

Para pimpinan bank tersebut sebenarnya sudah berada di Washington, D.C. untuk menghadiri rapat dewan Financial Services Forum, sebelum kemudian dipanggil untuk membahas Mythos. Pertemuan berlangsung di kantor Departemen Keuangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

CEO JPMorgan Jamie Dimon menjadi satu-satunya CEO yang tidak hadir. Sementara itu, sejumlah CEO lain yang hadir antara lain Brian Moynihan dari Bank of America, Jane Fraser dari Citigroup, David Solomon dari Goldman Sachs, Ted Pick dari Morgan Stanley, dan Charlie Scharf dari Wells Fargo.

Dilansir dari CNBC, Sabtu (11/4/2026), pertemuan mendadak antara para pimpinan bank dan dua otoritas keuangan paling berpengaruh di AS ini menunjukkan bahwa kemampuan canggih AI menjadi perhatian utama pemerintahan Donald Trump, karena berpotensi mengancam fondasi sistem keuangan.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, Anthropic meluncurkan model AI terbaru mereka, Claude Mythos Preview, secara terbatas karena kekhawatiran bahwa kemampuannya bisa dimanfaatkan oleh peretas.

JPMorgan Chase termasuk dalam mitra awal dalam inisiatif keamanan siber tersebut, yang dikenal sebagai Project Glasswing, bersama perusahaan lain seperti Apple, Google, Microsoft, dan Nvidia.

Sebelum peluncuran, Anthropic telah memberikan penjelasan kepada pejabat senior pemerintah AS terkait kemampuan model tersebut, termasuk potensi penggunaan ofensif dan defensif dalam dunia siber.

"Bahaya jika ini salah ditangani sudah jelas, tetapi jika kita melakukannya dengan benar, ada peluang nyata untuk menciptakan internet dan dunia yang secara fundamental lebih aman dibanding sebelum adanya kemampuan siber berbasis AI," tulis CEO Anthropic, Dario Amodei.

Keterlibatan pemerintahan Trump dalam isu model Mythos ini juga terjadi di tengah sengketa antara Anthropic dan Departemen Pertahanan AS, yang sebelumnya melabeli perusahaan tersebut sebagai risiko rantai pasok bagi keamanan nasional.

Trump dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth secara terbuka mengkritik Anthropic karena membatasi penggunaan teknologi AI mereka dalam perang. Trump bahkan memerintahkan lembaga federal untuk menghentikan penggunaan platform milik perusahaan tersebut.

Meski begitu, Departemen Pertahanan AS dilaporkan tetap menggunakan model Claude selama perang Iran berlangsung.

(ily/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads