Boediono: Ekonomi Syariah Bisa Redam Dampak Kapitalisasi

Boediono: Ekonomi Syariah Bisa Redam Dampak Kapitalisasi

- detikFinance
Rabu, 24 Okt 2007 13:26 WIB
Jakarta - Perkembangan ekonomi syariah bisa menghilangkan kekhawatiran terhadap ekses kapitalisasi dan terjadinya penggelembungan perekonomian atau economic bubble yang selama ini selalu dikhawatirkan. Hal tersebut disampaikan Menko Perekonomian Boediono saat membuka 'Indonesia Sharia Expo 2007' di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (24/10/2007).Boediono menjelaskan sistem ekonomi syariah harus bisa berjalan berdampingan dengan sistem ekonomi konvensional. Di Indonesia, perkembangan ekonomi syariah cukup pesat meski baru berusia 10 tahun."Selama 4 tahun terakhir, syariah mengalami pertumbuhan 64%. Sedangkan jumlah asetnya hanya 1,7% dari seluruh aset perbankan nasional," katanya.Porsi syariah dalam perbankan nasional diharapkan meningkat menjadi 5% pada tahun 2008. Boediono mengakui, target tersebut terlalu ambisius."Tapi saya harapkan target itu bisa mendekati 5% dengan dukungan para stakeholder," ujarnya.Ia menambahkan, ujung tombak dari perkembangan ekonomi syariah adalah pengembangan jasa keuangan syariah. Namun Boediono mengingatkan, peningkatan kuantitas instrumen syariah harus diimbangi dengan peningkatan kualitasnya. Karena instrumen yang berkualitas adalah jaminan kepercayaan masyarakat. "Karena lembaga keuangan ibarat rumah kartu. 1 saja posisi kartu tidak baik, kita meruntuhkan seluruh bangunan," tegasnya. Boediono menjelaskan, meningkatnya permintaan produk syariah Indonesia membutuhkan peningkatan suplai dari produk syariah itu sendiri."Sekarang investor sudah mulai tertarik dengan produk-produk syariah. Jadi kunci pengembangan syariah di Indonesia adalah meningkatkan suplai," pungkasnya. (qom/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads