BI: Target Pangsa Pasar Syariah 5% Bukan Harga Mati
Rabu, 24 Okt 2007 15:10 WIB
Jakarta - Menko Perekonomian Boediono menilai target pangsa pasar perbankan syariah 5% tahun 2008 terlalu ambisius. Namun Bank Indonesia (BI) berkilah, target itu bukan harga mati."Tapi spirit untuk maju, menggaet industri perbankan untuk berjalan ke satu arah. Itulah yang ingin kita capai," tegas Deputi Gubernur BI Siti Fadjrijah.Ia menyampaikan hal itu disela-sela 'Indonesia Sharia Expo 2007' di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (24/10/2007).Menurut Fadjrijah, dengan adanya target, maka pergerakan perbankan menuju ke arah tersebut bisa seirama dan tak lagi sendiri-sendiri. "Kalau kemarin-kemarin kan kita tidak punya target, jadi bank-bank itu tidak tahu arahnya mau kemana. Sekarang dengan target 5% yang ada, ada spirit kesana," jelasnya.Dengan adanya target tersebut, kata Fadjrijah, maka setiap bank harus memikirkan pangsa pasarnya masing-masing, minimal mencapai 5% dari keseluruhan pangsa pasar perbankan nasional."Tapi ini bukan final destination. Destination-nya adalah dual banking sudah tercapai," tambahnya.Ia juga menambahkan, target pangsa pasar 5% itu sebenarnya ketika pertama kali dibuat adalah untuk tahun 2011, bukan 2008."Sejak awal kita tidak punya target akselerasi. Ini kan namanya sasaran antara soal waktu, kita buat target pertama kali yang 5% untuk 2011. Kita semangat karena banyak investor yang mau masuk. Tapi asumsi itu tidak terpenuhi, tapi kita tetap maju," terangnya.Tanpa akselerasi, kata Fadjrijah, kemungkinan porsi perbankan syariah hanya 2,8%.
(qom/ir)











































