Proyek Pemerintah Kurang Transparan kepada Perbankan
Kamis, 25 Okt 2007 15:25 WIB
Jakarta - Pemerintah dinilai kurang memberikan transparansi soal proyek-proyek pemerintah kepada bankir-bankir sehingga pendanaan perbankan menjadi kurang optimal.Hal tersebut disampaikan Dirut PT Bank Mandiri yang juga Ketua Umum Ikatan Bankir Indonesia Agus Martowardojo dalam acara halal bihalal Ikatan Bankir Indonesia bersama Menko Perekonomian di Hotel Intercontinental Mid-Plaza, Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (25/10/2007)."Pemerintah itu kurang memberikan transparansi kepada bankir-bankir untuk proyek-proyek pemerintah padahal kita para bankir sebenarnya siap untuk mendanai program-program pemerintah misalnya seperti jalanan yang macet kalau pemerintah minta kita siap membantu untuk membuat jalanan," ujarnya.Agus mencontohkan pengembangan perluasan Pelabuhan Tanjung Priok yang dinilainya cukup lambat. "Dari pemerintah bergerak sangat lambat kalau pemerintah meminta kepada kita, kita sangat siap untuk mendanai prodyek tersebut," ujarnya.Namun menurut Agus sikapnya itu bukan bertujuan untuk mengkritik kinerja pemerintah. "Tapi kita ingin mengatakan bahwa kita siap mendukung program-program pemerintah," jelasnya.Sementara Dirut PT Bank Negara Indonesia Sigit Pramono mengajak bank-bank nasional untuk bergabung dengan Perbanas. "Ini adalah untuk memudahkan intermediasi antara bank di Indonesia terutama ketika harus berhubungan dengan Bank Indonesia dengan demikian kita bisa memiliki fasilitator yang kuat antara bank sentral dengan bank-bank di bawahnya," ujarnya"Namun saya tekankan bahwa dengan bergabung dalam Perbanas bukan berarti meninggalkan ciri khas bank masing-masing atau perkumpulan atau serikat bank-bank yang telah dibentuk sebelumnya seperti Himbara," tambahnya.
(ddn/ir)











































