Bank Mandiri Segera Eksekusi 10 Aset Obligor Terbesar
Senin, 29 Okt 2007 18:35 WIB
Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk siap mengeksekusi aset 10 obligor terbesarnya yang bermasalah. Pasalnya, kebanyakan dari obligor tersebut sudah tak beroperasi dan sulit direstrukturisasi.Demikian disampaikan Direktur Special Assets Management Bank Mandiri Riswinadi disela-sela paparan kinerja perseroan di Plaza Mandiri, Jalan Gatot Subroto, Senin (29/10/2007)."Untuk obligor-obligor ini langkahnya tinggal collection saja. Penanganannya perlu strategi khusus," ujarnya.Sepuluh obligor tersebut menurutnya sudah memiliki kategori macet dengan nilai utang Rp 5,9 triliun. Upaya restrukturisasi yang dilakukan juga terkendala.Sepuluh obligor tersebut antara lain adalah Grup Domba Mas dengan utang Rp 1,3 triliun, Jayanti dengan nilai utang Rp 700 miliar, Grup Suba Indah dengan utang Rp 900 miliar, Benang Sari dengan utang Rp 400 miliar, Batavindo Group dengan utang Rp 200 miliar, Gunung Meranti dengan utang Rp 200 miliar, Flora dengan utang Rp 600 miliar, Great River dengan utang Rp 200 miliar dan sebuah perusahaan properti di Bandung dengan nilai utang Rp 300 miliar. Beberapa perusahaan yang sama sekali sulit beroperasi adalah Great River, Jayanti dan Gunung Meranti.
(ard/ir)











































