Bank Danamon Jajaki Integrasi dengan MUFG, Target Rampung 2027

Bank Danamon Jajaki Integrasi dengan MUFG, Target Rampung 2027

Andi Hidayat - detikFinance
Senin, 11 Mei 2026 17:18 WIB
Bank Danamon
Foto: Dok. Bank Danamon
Jakarta -

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) mengumumkan integrasi dengan MUFG Bank, Ltd (MUFG Indonesia). Aksi ini dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Danamon dengan MUFG Bank, Ltd hari ini, Senin (11/5/2026).

Dalam keterangan tertulis Bank Danamon, Senin (11/5/2026), integrasi ini akan menggabungkan kekuatan, keahlian, jaringan global dan nasional kedua entitas secara optimal. Melalui penggabungan ini, perseroan diharapkan dapat menjadi salah satu institusi finansial global terbesar di Indonesia.

Pada tahap ini, Danamon dan MUFG Indonesia sepakat memulai pekerjaan persiapan dengan penandatanganan perjanjian yang mengikat pada tahap selanjutnya. Struktur yang diusulkan dalam rencana integrasi ini akan dituangkan dalam Rancangan Integrasi yang akan diajukan kepada otoritas, kemudian diumumkan kepada publik, dan diajukan untuk persetujuan oleh pemegang saham.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Integrasi ini ditargetkan efektif dalam kurun waktu tahun 2027. Sementara itu, integrasi ini tetap tunduk pada persetujuan dari otoritas terkait serta pemegang saham Danamon. Hingga proses integrasi diselesaikan, manajemen Danamon menegaskan tidak terdapat perubahan terhadap kegiatan operasional. Begitu juga terhadap operasional MUFG Indonesia.

Manajemen kedua perusahaan ini menegaskan, nasabah tetap dapat bertransaksi dan menggunakan produk serta layanan finansial sebagaimana biasanya. Seluruh hubungan kontraktual Danamon atau MUFG Indonesia dengan para mitra usaha, termasuk vendor, kontraktor, perusahaan alih daya, dan pihak lainnya, tetap berlaku dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.

ADVERTISEMENT

Diketahui, Danamon merupakan bank umum swasta yang didirikan pada tahun 1956. Ia merupakan entitas anak konsolidasian dari MUFG Bank, Ltd. sejak tahun 2019. Danamon memiliki total aset konsolidasian Rp 275,7 triliun (per 31 Desember 2025), yang didukung dengan jaringan di seluruh Indonesia yang mencakup bank konvensional, unit usaha syariah, dan pembiayaan melalui anak usaha, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance).

Sementara MUFG Indonesia, kantor cabang dari MUFG Bank, Ltd. yang beroperasi di Indonesia sejak tahun 1968, memiliki total aset sebesar Rp 207,0 triliun (per 31 Desember 2025). Saat ini, MUFG Indonesia melayani nasabah korporasi besar yang mencakup perusahaan-perusahaan Indonesia, Jepang, dan multinasional yang beroperasi di Indonesia.

Beda Integrasi dan Merger

Aksi korporasi Danamon dan MUFG Indonesia ini menjadi perhatian pasar karena melibatkan dua entitas besar. Namun, terdapat perbedaan istilah dari transaksi ini, yakni integrasi dan merger.

Perbedaan istilah tersebut penting karena MUFG di Indonesia masih berstatus Kantor Cabang Bank Asing atau KCBLN. Artinya, MUFG Cabang Indonesia bukan bank berbadan hukum Indonesia yang berdiri sendiri seperti Danamon.

Dengan status tersebut, maka aksi korporasi yang dilakukan bukan penggabungan dua perseroan. Polanya lebih dekat dengan integrasi kegiatan usaha, aset, liabilitas tertentu, jaringan nasabah, dan fungsi operasional MUFG Cabang Indonesia ke dalam platform BDMN.

Aksi ini juga pernah terjadi saat PT Bank Permata Tbk (BNLI) yang melakukan integrasi dengan Bangkok Bank Public Company Limited Cabang Jakarta, Cabang Pembantu Surabaya, dan Cabang Pembantu Medan. Dalam aksi ini, integrasi dilakukan melalui pengalihan aset dengan kualitas baik dan liabilitas tertentu dari Bangkok Bank Indonesia kepada Permata.

Setelah integrasi efektif, Permata menjadi bank hasil integrasi, sementara izin usaha Bangkok Bank Indonesia dicabut. Namun aksi semacam ini dianggap bukan kejutan besar bagi pelaku pasar.

Head of Research MNC Sekuritas, Victoria Venny, menilai arah konsolidasi Danamon dan MUFG Cabang Indonesia sudah diprediksi. Utamanya sejak MUFG mengakuisisi Danamon.

"Pasar sebenarnya sudah lama membaca bahwa pada akhirnya MUFG akan menjadikan BDMN sebagai platform utama di Indonesia. Yang tidak diketahui pelaku pasar hanya timing-nya. Jadi, kalau pengumuman ini keluar, surprise-nya bukan pada arah strateginya, tetapi pada kapan eksekusinya dilakukan," ujar Venny dalam keterangan tertulis, Senin (11/5/2026).

Ia menilai integrasi ini dapat memperkuat posisi BDMN di segmen korporasi, wholesale banking, trade finance, treasury, dan nasabah Jepang. Selain itu, BDMN juga berpotensi memperoleh akses lebih besar ke jaringan global MUFG.

Menurutnya, integrasi tersebut dapat mengubah persepsi pasar terhadap BDMN. Selama ini BDMN dipandang sebagai bank menengah besar dengan kekuatan di ritel, UKM, otomotif, dan enterprise banking. Setelah integrasi, BDMN berpotensi dipersepsikan sebagai bank lokal dengan dukungan franchise wholesale global yang lebih kuat.

Halaman 2 dari 2
(ahi/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads