Inflasi Tinggi, BI Hati-hati Putuskan BI Rate
Senin, 05 Nov 2007 09:50 WIB
Jakarta - Bank Indonesia akan cenderung hati-hati untuk menurunkan suku bunga BI Rate. Angka inflasi yang terjadi di dalam negeri sudah cukup tinggi meskipun masih ada ruang untuk penurunan BI Rate.Hal tersebut disampaikan pengamat pasar uang Farial Anwar ketika dihubungi detikFinance, Senin (5/11/2007)."Kalau melihat potensi BI Rate turun ada, tetapi BI harus hati-hati," ujarnya. BI harus hati-hati jika mau menurunkan suku bunga karena inflasi yang cukup tinggi.Badan Pusat Statistik melansir inflasi bulan Oktober tercatat sebesar 0,79 persen dengan laju inflasi tahunan sebesar 6,88 persen.BI, menurut Farial kini seharusnya fokus pada kebijakan Inflation Targeting Framework-nya, yakni menjaga nilai tukar rupiah terhadap harga barang atau jasa (inflasi), selain menjaga nilai tukar rupiah terhadap mata uang lain khususnya dolar AS."Fokusnya sekarang adalah inflasi, kalau melihat inflasi pada beberapa bulan sejak puasa dan lebaran cukup tinggi, ditambah bencana kenaikan harga minyak," ujarnya.BI Rate sekarang di level 8,25 persen. Dengan inflasi sebesar 6,88 persen maka, real interest rate atau suku bunga riil menjadi sekitar 1,37 persen. "Jadi saya kira real interest rate itu untuk rupiah cukup kecil, maka harus dipertimbangkan oleh BI apakah akan menurunkan suku bunga atau tidak," ujarnyaNamun Farial juga menyayangkan penurunan BI Rate selama ini yang dinilainya tidak kunjung meningkatkan penyaluran kredit perbankan. "Penurunan suku bunga tidak serta merata mengalirkan kredit, penurunan suu bunga yang sudah terjadi tidak ada dampaknya terhadap penyaluran kredit," ujarnya.Penurunan BI Rate lebih berdampak pada penurunan suku bunga deposito namun tidak terlalu menurunkan suku bunga kredit.
(ddn/qom)











































