Prabowo Turunkan Bunga Kredit Ultra Mikro Jadi 9%

Prabowo Turunkan Bunga Kredit Ultra Mikro Jadi 9%

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 13 Mei 2026 16:14 WIB
Presiden Prabowo Subianto (dok. YouTube Setpres)
Foto: Presiden Prabowo Subianto (dok. YouTube Setpres)
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto sudah memutuskan agar bunga kredit ultra mikro diturunkan menjadi di bawah 9%, dari awalnya mencapai 24%. Hal ini diputuskan olehnya usai bertemu dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan CEO BPI Danantara Rosan Roeslani beberapa waktu lalu.

Mulanya, Prabowo bicara soal kredit super mikro seperti PNM Mekaar dengan bunga yang tinggi. Pinjaman mikro yang rentang jumlahnya di bawah Rp 10 juta dikenakan bunga sampai 24%, padahal yang meminjam orang kecil.

Dia mengaku miris, pengusaha besar pinjam uang ke bank untuk modal usaha bisa mendapatkan bunga 9-10%, sementara pinjaman orang kecil bunganya dua kali lipat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Padahal pengusaha besar kalau ke bank dapat 9-10% aja, orang kaya dikasih 9%, orang miskin dikasih 24%, ini negara Pancasila apa ya? Saya nggak paham gitu," beber Prabowo di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026).

ADVERTISEMENT

Prabowo menekankan dia telah mengeluarkan keputusan politik penting untuk menekan kredit usaha mikro menjadi di bawah 9%. "Ini keputusan politik. Saya sudah ambil, bahwa bunga untuk kredit madani untuk kredit prasejahtera dari 24% kita turunkan di bawah 10%, di bawah 9%," beber Prabowo.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di tempat yang sama mengatakan bunga kredit super mikro diturunkan dengan menggeser sebagian jatah Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Subsidi, cuma digeser sebagian dari KUR ke sana. Mungkin juga kita tambah nanti tapi basically langkah pertama adalah memastikan yang super mikro tadi bisa dapat bunga yang rendah, di bawah 9% kata presiden," papar Purbaya di tempat yang sama.

Menurutnya, Danantara akan meminta PNM untuk menurunkan suku bunga mencapai 8%.

"Alokasinya? Nanti kita serahkan ke Danantara. Mereka sedang hitung nanti. Ini rencana presiden yang baru dan rencana Danantara di bawah 9%. Kayaknya ke 8% tapi mereka sedang hitung lagi, tapi ini Anda tanya ke Danantara lebih detail," pungkas Purbaya.

(hal/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads