Sejauh Mana Guncangan Citigroup?

Sejauh Mana Guncangan Citigroup?

- detikFinance
Selasa, 06 Nov 2007 11:05 WIB
Jakarta - Bank-bank terbesar seperti Citigroup dan Merrill Lynch tak imun dari dampak krisis subprime mortgage. Mereka harus didera kerugian besar, harga saham merosot yang berakhir pada pergantian manajemen.Yang terbaru, CEO dari Merrill Lynch dan Citigroup akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri setelah kerugian besar yang mereka catat akibat eksposure di kredit perumahan berisiko tinggi atau yang kini dikenal sebagai subprime mortgage itu.Dari bank-bank yang mengalami kerugian karena eksposure itu, Citigroup mencatat angka kerugian terbesar. Akibat eksposure langsung pada subprime di AS, Citigroup harus melakukan write-off sekitar US$ 8-11 miliar. Angka itu kemungkinan menggerus laba bersih Citigroup sebesar US$ 5-7 miliar pada kuartal IV-2007. Derita Citigroup diperkirakan masih akan panjang. Manajemen Citigroup telah memberikan peringatan bahwa ketidakpastian tentang situasi pasar saat ini masih besar dan koreksi kemungkinan bisa lebih besar.Akibatnya, lembaga pemeringkat Standard & Poor's pun menempatkan Citigroup pada 'Credit Watch' dengan implikasi negatif.Analis kredit Standard & Poor's Tanya Azarchs menyebutkan langkah Citigroup itu sebagai berita yang kurang baik. "Besarnya hapus buku menimbulkan pertanyaan dalam pengelolaan manajemen risiko Citigroup," ujarnya.Bermunculannya kasus-kasus itu menimbulkan kecemasan tentang prospek sektor perbankan di seluruh dunia. Penanganan manajemen risiko pun bermunculan, persis ketika skandal keuangan Enron mencuat.Menurut Andrew Busch dari BMO Capital Markets, Citigroup kini sedang berada di tengah dari masalah yang dihadapi sektor finansial yang melibatkan collateralized debt obligations (CDOs)."Situasi dari bank investasi saat ini analog dengan situasi yang dihadapi pasar saat mencuatnya kasus Enron. Pasar saat ini mulai memperdebatkan akurasi dari laporan pendapatan dan akuntansi perbankan," ujar Busch seperti dikutip dari AFP.Bagaimana dampak kasus dua bank investasi terbesar itu terhadap Indonesia? Ekonom Standard Chartered Bank Fauzi Ikhsan menyatakan sangat minim dampak guncangan itu ke sektor perbankan Indonesia. Menurut Fauzi, masalah krisis subprime mortgage hanya akan berdampak pada orang-orang berduit di Indonesia yang memiliki eksposure di sektor subprime mortgage itu. "Perbankan Indonesia tidak ada pengaruhnya, perbankan tidak memiliki eksposure, sangat sedikit. Yang punya beberapa orang kaya yang menjadi nasabah di bank-bank investasi besar," ujarnya ketika dihubungi detikFinance, Selasa (6/11/2007). Namun Fauzi tidak menyebutkan berapa kira-kira jumlah orang kaya yang mengalami kerugian akibat investasi di pasar kredit AS. Dia menegaskan bahwa struktur perbankan Indonesia masih cukup kuat. (ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads