Keputusan BI Rate Tepat
Selasa, 06 Nov 2007 16:39 WIB
Jakarta - Keputusan Bank Indonesis (BI) untuk mempertahankan BI Rate di level 8,25% sudah tepat. BI tak perlu mengikuti langkah Bank Sentral AS (The Fed), dan sebaiknya tetap fokus mengatasi inflasi dalam negeri.Demikian disampaikan ekonom Universitas Indonesia Chatib Basri BI disela-sela acara seminar bertajuk 'Capital Market: What Does The Future' di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (6/11/2007)."Itu akan lebih baik karena Bank Indonesia fokus mengendalikan inflasi," kata Chatib soal keputusan BI tersebut.Terkait belum lancarnya penyaluran kredit, Chatib menilai hal itu tidak terkait masih tingginya BI Rate, melainkan akibat adanya kekhawatiran terhadap potensi kredit macet."Hal itu menyebabkan sektor industri tidak berkembang optimal sehingga pertumbuhan investasi kecil. Serendah apapun tingkat suku bunga, tidak akan terlalu berpengaruh karena bank takut pada kredit macet," urainya.Ketakutan itu, lanjut Chatib, terutama terjadi di bank-bank pemerintah. Seperti kasus yang sebelumnya pernah terjadi, jika kredit ada yang macet, maka manajemen bank BUMN itu harus bersiap dihukum.
(dro/qom)











































