Bank Mega Syariah Genjot Pembiayaan Emas, Sektor Konsumer Tumbuh 23%

Bank Mega Syariah Genjot Pembiayaan Emas, Sektor Konsumer Tumbuh 23%

Heri Purnomo - detikFinance
Selasa, 19 Mei 2026 15:13 WIB
Bank Mega Syariah
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Portofolio pembiayaan konsumer Bank Mega Syariah tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan berbasis ritel dan investasi jangka panjang.

Hingga April 2026, total portofolio konsumer Bank Mega Syariah mencapai lebih dari Rp586 miliar atau tumbuh lebih dari 23% secara tahunan (year on year/YoY).

Hingga April 2026, area 1 yang mencakup Jakarta dan sekitarnya masih menjadi kontributor terbesar portofolio konsumer dengan nilai pembiayaan konsumer mencapai Rp202,7 Miliar, disusul Area 4 sebesar Rp122,9 Miliar dan Area 3 sebesar Rp98 Miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertumbuhan tersebut turut didorong oleh peningkatan pembiayaan emas melalui produk Flexi Gold yang mencatat outstanding lebih dari Rp31 miliar per April 2026 meningkat lebih dari 1.236% secara year to date (ytd) dengan kualitas pembiayaan tetap terjaga yaitu rasio non-performing financing (NPF) di level 0%.

Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah Benadicto Alvonzo Ferary mengatakan pertumbuhan pembiayaan konsumer menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan yang lebih fleksibel dan terencana masih cukup tinggi, termasuk untuk kepemilikan emas secara bertahap.

ADVERTISEMENT

"Pembiayaan konsumer saat ini tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga mulai diarahkan untuk mendukung perencanaan keuangan jangka panjang. Kami melihat minat masyarakat terhadap kepemilikan emas melalui skema cicilan terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir," ujar Benadicto dalam keterangan tertulis, Selasa (19/5/2026).

Selain mendorong pertumbuhan pembiayaan, segmen konsumer juga memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan perseroan. Pada April 2026, pendapatan konsumer mencapai Rp5,4 miliar atau tumbuh 12,28% dibandingkan bulan sebelumnya.

Ke depan, Bank Mega Syariah memperkuat pembiayaan konsumer melalui pengembangan produk berbasis kebutuhan masyarakat serta memperluas akses layanan pembiayaan di berbagai wilayah.

"Kami akan terus memperkuat pertumbuhan pembiayaan konsumer secara sehat dan berkelanjutan, termasuk melalui pembiayaan emas syariah yang semakin diminati masyarakat," tutur Benadicto.

Sebagai informasi, Bank Mega Syariah terus memperkuat bisnis pembiayaan. Total pembiayaan yang disalurkan tercatat lebih dari Rp9,26 triliun, atau tumbuh lebih dari 7,2% dari posisi akhir tahun sebelumnya sebesar Rp8,64 triliun

Sejalan dengan pertumbuhan pembiayaan, pendapatan dari piutang meningkat menjadi lebih dari Rp118 miliar atau tumbuh sekitar 40,9% hingga kuartal I 2026. Sementara itu, pendapatan bagi hasil juga mengalami kenaikan tumbuh sekitar 4,7% atau menjadi lebih dari Rp114,73 miliar.

Hingga Maret 2026, Bank Mega Syariah membukukan laba sebelum pajak lebih dari Rp79,97 miliar, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar lebih dari 51%. Peningkatan kinerja ini terutama ditopang oleh pertumbuhan pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang mencapai Rp191,60 miliar, naik lebih dari 20%. (*)

Lihat juga Video: Tahun Ini Jumlah Transaksi Contactless Bank Mega Capai 98%

(hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads