PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menggandeng PT Syailendra Capital untuk memperkuat distribusi produk reksa dana kepada nasabah. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya BRI menghadirkan layanan wealth management yang lebih lengkap, variatif, dan terintegrasi.
Kerja sama tersebut ditandai melalui acara 'Mutual Fund Distribution Signing Ceremony' BRI x Syailendra Capital yang digelar di BRILian Transformation Room, Gedung BRI I, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2026). Acara ini menjadi momentum penguatan sinergi antara BRI dan Syailendra Capital dalam memperluas pilihan produk investasi bagi nasabah, khususnya di segmen consumer banking dan wealth management.
Melalui kerja sama ini, BRI ingin memberikan akses yang lebih luas kepada nasabah terhadap produk reksa dana yang sesuai dengan kebutuhan investasi dan profil risiko masing-masing nasabah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BRI Perkuat Wealth Management
Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto, mengatakan BRI saat ini tengah melanjutkan transformasi melalui agenda BRIvolution 3.0 Reignite. Menurutnya, BRI tetap kuat di segmen mikro dan UMKM, namun pada saat yang sama juga memperkuat segmen lain, termasuk consumer banking dan komersial.
"BRI sedang bertransformasi, yang kita sebut dengan BRIvolution 3.0 Reignite. Mungkin Bapak selama ini melihat BRI adalah BRI yang kuat di mikro. Dan memang sampai hari ini akan kuat di mikro, terutama di UMKM," ujar Aris dalam sambutannya di acara 'Mutual Fund Distribution Signing Ceremony', Rabu (20/5/2026).
"Tapi semangat BRIvolution 3.0 ini juga meletakkan satu fondasi baru, yaitu kita akan memperkuat segmen yang lain selain mikro, yaitu consumer banking dan juga komersial," sambungnya.
Aris menjelaskan, salah satu fokus dalam consumer banking adalah penguatan layanan wealth management. Untuk menghadirkan layanan yang lebih lengkap, BRI perlu berkolaborasi dengan berbagai mitra strategis, termasuk Syailendra Capital.
"Dalam upaya kita menghadirkan layanan wealth management yang lengkap, yang bagus, yang terintegrasi, kita perlu berkolaborasi dengan banyak pihak," kata Aris.
Ia menambahkan, pilihan produk yang lengkap dan variatif menjadi hal penting, terutama bagi nasabah private banking BRI.
"Karena kita yakin dalam wealth management, terutama bagi nasabah dari private banking kami, pilihan produk yang banyak, bervariasi, dan tentunya menguntungkan, itu adalah salah satu tujuan kita," jelasnya.
Aris berharap kerja sama ini dapat memperkuat portofolio produk investasi BRI ke depan.
"Mudah-mudahan ini juga terus memperkuat produk-produk kita semakin bagus, semakin banyak, dan menjadikan BRI lebih baik lagi di tahun ini maupun tahun-tahun berikutnya," ujarnya.
Syailendra Bawa Dua Produk Reksa Dana
Sementara itu, Chief Executive Officer PT Syailendra Capital, Fajar R. Hidajat, mengatakan industri reksa dana masih menunjukkan pertumbuhan positif. Menurutnya, meski pasar menghadapi berbagai dinamika, kepercayaan masyarakat terhadap produk investasi tetap terjaga.
Fajar menyebut jumlah nasabah reksa dana masih terus bertumbuh sepanjang awal tahun ini. Dari Januari hingga April, pertumbuhan nasabah tercatat masih berada di kisaran 7-9% per bulan, dengan jumlah nasabah mencapai sekitar 25 juta pada April 2026.
"Secara keseluruhan, nasabah reksa dana terus tumbuh. Dari Januari sampai April, walaupun tumbuh per bulan tidak double digit, tapi masih tumbuh sekitar 7-9%. Dan jumlah nasabah per April itu mencapai sekitar 25 juta nasabah," ujar Fajar.
Ia juga menyampaikan industri reksa dana mencatatkan pertumbuhan dana kelolaan yang positif, terutama ditopang oleh produk berbasis pendapatan tetap dan pasar uang.
"Yang berkembang adalah produk-produk dari fixed income dan money market base. Ini merupakan hal yang positif menurut kami sebagai pelaku di pasar modal. Walaupun terdapat berbagai macam isu, trust terhadap produk investasi itu tetap ada," kata Fajar.
Dalam kolaborasi ini, Syailendra Capital menghadirkan dua produk andalannya, yaitu Syailendra Sharia Money Market Fund (SSMMF) dan Syailendra Fixed Income Fund (SFIF).
"Merupakan kehormatan kami untuk dapat berkolaborasi dengan BRI melalui dua produk andalan kami, yaitu Syailendra Sharia Money Market Fund dan Syailendra Fixed Income Fund," ucap Fajar.
Menurut Fajar, dua produk tersebut memiliki kinerja yang baik secara year to date dan konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
Syailendra Tawarkan Produk Rendah Risiko dan Kompetitif
Syailendra Sharia Money Market Fund (SSMMF) merupakan produk reksa dana pasar uang syariah dengan karakter risiko rendah. Produk ini berinvestasi pada instrumen jangka pendek yang memiliki risiko gagal bayar lebih rendah dibandingkan instrumen jangka panjang.
Selain itu, SSMMF juga memiliki likuiditas tinggi. Produk ini dapat dicairkan dengan lebih mudah, dengan rata-rata dana diterima nasabah sekitar satu hari setelah transaksi pencairan atau redeem dilakukan.
Sementara itu, Syailendra Fixed Income Fund (SFIF) merupakan reksa dana pendapatan tetap yang menawarkan potensi imbal hasil kompetitif. Secara historis, imbal hasil SFIF mampu mengungguli indeks acuannya dalam jangka panjang dan melampaui rata-rata reksa dana sejenis.
Produk ini berfokus pada efek bersifat utang, seperti Surat Berharga Negara, obligasi korporasi, maupun sukuk berkualitas tinggi. Pemilihan portofolio dilakukan secara selektif untuk meminimalkan risiko gagal bayar.
Melalui kolaborasi ini, BRI dan Syailendra Capital ingin memperluas akses nasabah terhadap produk investasi yang lebih beragam, sekaligus memperkuat layanan wealth management yang terintegrasi bagi nasabah BRI.
(akn/ega)











































