Industri perbankan saat ini dituntut untuk semakin adaptif, prudent dan inovatif. Presiden Direktur PT Krom Bank Indonesia Tbk Anton Hermawan menungkapkan hal ini perlu dilakukan oleh bank karena dunia saat ini berubah berlangsung sangat cepat.
Dia menyebut di sisi lain, pertumbuhan ekonomi digital Indonesia serta meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan yang praktis, aman, dan terintegrasi .
"Juga membuka peluang pertumbuhan yang besar bagi industri perbankan digital," kata dia dalam siaran pers, ditulis Jumat (22/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anton mengatakan bahwa di tengah dinamika ekonomi global dan domestik sepanjang tahun 2025, termasuk tantangan geopolitik, tingginya volatilitas pasar keuangan, tekanan suku bunga, serta perubahan perilaku konsumen di era digital, Krom Bank tetap mampu mencatatkan kinerja yang positif dan solid.
Meski begitu, Anton menyampaikan bahwa kondisi industri perbankan nasional masih menunjukkan pertumbuhan yang positif di tengah dinamika ekonomi global dan tantangan pasar. Perseroan terus memperkuat fundamental bisnis melalui pengembangan layanan perbankan digital, pengelolaan risiko yang prudent, serta peningkatan kualitas layanan kepada nasabah.
Hingga kuartal I 2026 pertumbuhan aset menjadi sebesar Rp14,77 triliun atau tumbuh 78% YoY. Kemudian pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp10,86 triliun tumbuh 138%.
Laluo penyaluran kredit tumbuh sebesar Rp9,88 triliun atau tumbuh 98%. Kemudian rasio kecukupan modal (CAR) terjaga pada level 39,78%. Lalu laba sebelum pajak meningkat menjadi Rp89,95 miliar atau tumbuh 99%.
Selain itu, Perseroan juga terus memperkuat infrastruktur teknologi informasi dan tata kelola perusahaan guna mendukung ekspansi bisnis yang berkelanjutan serta meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan.
Krom Bank juga menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Dalam rapat tersebut, para pemegang saham menyetujui pengalokasian laba bersih Perseroan untuk Tahun Buku 2025 sebesar Rp 143 Miliar atau 100% dari laba bersih Perseroan untuk menambah saldo laba ditahan Perseroan (retained earnings). Keputusan ini diambil sebagai bagian dari strategi Perseroan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung ekspansi bisnis secara berkelanjutan.
"Keputusan untuk mengalokasikan seluruh laba bersih Tahun Buku 2025 ke dalam saldo laba ditahan merupakan langkah strategis Perseroan untuk dapat menjaga fundamental keuangan yang sehat serta memperkuat kapasitas pendanaan internal. Dengan struktur permodalan yang semakin solid, kami optimistis Krom Bank dapat terus menjalankan agenda ekspansi bisnis secara berkelanjutan, meningkatkan daya saing, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan serta nasabah kami," ujar Anton.
Sepanjang tahun 2025, Krom Bank membukukan pertumbuhan kinerja yang kuat di berbagai indikator utama. Perseroan mencatat pendapatan bunga bersih (audited) sebesar Rp1,85 triliun, meningkat 92% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan Rp965 miliar pada tahun 2024.
Total aset Krom Bank meningkat 84% YoY menjadi Rp12,21 triliun pada 2025, sementara total kredit tumbuh 103% YoY menjadi Rp8,63 triliun dibandingkan Rp4,25 triliun pada tahun sebelumnya. Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 166% YoY menjadi Rp8,39 triliun pada 2025 dari Rp3,15 triliun pada 2024, didorong oleh pertumbuhan simpanan berbasis tabungan dan deposito. Krom Bank juga berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp 143 miliar atau meningkat 15% YoY, mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
(kil/kil)










































