Jurus BTN Bantu MBR Bisa Punya Rumah

Jogja Financial Festival

Jurus BTN Bantu MBR Bisa Punya Rumah

Andi Hidayat - detikFinance
Sabtu, 23 Mei 2026 12:52 WIB
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu.Foto: Dok. Tangkapan Layar YouTube CNBC Indonesia
Jakarta -

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mendorong kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Upaya tersebut dilakukan melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi bagi MBR.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menjelaskan program KPR subsidi berbeda dengan kredit perumahan komersial. KPR komersial umumnya mensyaratkan batas minimum pendapatan, sementara untuk kredit subsidi menetapkan batas maksimal penghasilan.

Nixon mengatakan, langkah ini dilakukan agar KPR subsidi bisa tepat sasaran untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Dalam hal ini, masyarakat pada kelompok desil tiga hingga desil delapan dapat mengikuti program program KPR subsidi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Desil tiga sampai desil delapan itu sudah bisa diintervensi pakai KPR subsidi kalau dari sisi KPR," ungkap Nixon dalam acara Jogja Financial Festival, Sabtu (23/5/2026).

Sementara untuk kelompok dengan pendapatan paling rendah, khususnya desil satu dan desil dua dengan penghasilan di bawah Rp 2,6 juta per bulan, dinilai masih sulit mengakses skema KPR. Nixon mengatakan, pemerintah menyiapkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

ADVERTISEMENT

Melalui program ini, pemerintah memberikan bantuan sekitar Rp 20 juta hingga Rp 25 juta per rumah tangga untuk pembangunan atau perbaikan rumah. Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah.

"Desil satu, desil dua atau penghasilan di bawah Rp 2,6 juta per bulan Ini pemerintah mengeluarkan apa yang namanya BSPS, Bantuan Stimulan Pembangunan Swadaya. Jadi pemerintah ngasih Rp 20 juta sampai Rp 25 juta per rumah tangga," jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga tengah mengkaji opsi tenor KPR subsidi hingga 40 tahun. Langkah ini diharapkan dapat membuat cicilan rumah menjadi lebih ringan untuk menjangkau banyak masyarakat berpenghasilan rendah.

"Hari ini pemerintah juga lagi mengkaji kalau KPR-nya sampai 40 tahun supaya lebih murah lagi angsurannya, mudah-mudah desil dua bisa dapat," pungkasnya.

(ahi/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads