Bunga Penjaminan LPS Aman Hingga Januari 2008

Bunga Penjaminan LPS Aman Hingga Januari 2008

- detikFinance
Sabtu, 10 Nov 2007 15:34 WIB
Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah menetapkan bunga penjaminan periode 15 September 2007 hingga 14 Januari 2008 di level 8,25% untuk bank umum.Tingkat 8,25% tersebut dinilai cukup aman untuk periode tersebut meskipun ada kecenderungan bunga BI Rate dan global akan turun."Itu level yang aman sampai Januari, kan akhir tahun tinggal satu bulan lagi. Tapi kalau BI pada Desember menurunkan BI Rate, mau tidak mau sebelum periodenya habis LPS harus melakukan revisi," kata pengamat ekonomi Fadhil Hasan ketika dihubungi detikFinance, Sabtu (10/11/2007).Selain bunga 8,25% untuk mata uang rupiah di bank umum, bunga simpanan wajar dalam dolar AS ditetapkan sebesar 4,5%. Sedangkan bunga simpanan untuk Bank Perkreditan Rakyat (BPR) untuk periode tersebut 11,75%.Berdasarkan keputusan LPS 15 Juli 2007, tingkat suku bunga wajar bagi penjaminan diputuskan setiap empat bulan sekali. Tapi jika ada perubahan yang signifikan dalam moneter dan perekonomian, LPS bisa mengubah tingkat suku bunga penjaminan itu. Saat ini jumlah dana di bank yang dijamin LPS maksimal Rp 100 juta.Fadhil juga melihat jika bank sentral AS (FOMC) menurunkan lagi tingkat bunga The Fed dari saat ini yang sebesar 4,25% maka kemungkinan besar BI akan mengikutinya.Sementara dalam rapat dewan gubernur (RDG) BI pada 6 November, BI mempertahankan BI Rate 8,25% meski The Fed pada akhir Oktober memangkas bunga 0,25% menjadi 4,25%."Kalau The Fed akan pangkas bunga lagi, maka kemungkinan besar BI akan mengikutinya meskipun tetap akan melihat angka inflasi dalam negeri," ujar Fadhil.Fadhil mengatakan jika The Fed menurunkan lagi bunganya karena kondisi ekonomi AS yang masih labil, maka selisih The Fed dan BI Rate akan makin lebar. "Ini akan membuat capital inflow, tapi ada ongkos bunga yang harus dibayar BI untuk investor yang masuk ke pasar Indonesia seperti membeli SBI," katanya. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads