BI Siap Tambah Modal Bahana

BI Siap Tambah Modal Bahana

- detikFinance
Senin, 12 Nov 2007 14:53 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) siap menambah modal bagi Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) untuk restrukturisasi utang rekening dana investasinya.Hal tersebut disampaikan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Miranda S Goeltom dalam rapat kerja dengan komisi XI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (12/11/2007)."Dalam rapat dewan gubernur Oktober lalu, kami sudah menunjukkan stand kami dan menunjukkan persetujuan kami apabila memang diperlukan maka kami menyetujui untuk menambah modal baik dalam rangka penyelesaian utang RDI kepada pemerintah maupun dalam pengembangan UMKM," ujarnya.Tambahan modal itu menurut Miranda sudah masuk dalam anggaran Bank Indonesia. "Bila disetujui kami bisa memasukkannya ke anggaran investasi kalau tidak kami juga punya cadangan tujuan apabila belum dipastikan jumlahnya dan sebagainya," ujarnya.BI melihat masalah yang menimpa Bahana perlu diselesaikan dari sisi permodalan sehingga Bahana mampu untuk mengembangkan UKM.Gubernur BI Burhanuddin Abdullah mengakui sebenarnya Bahana tidak terlalu terkait dengan kegiatan BI. Namun Bahana menjadi perhatian BI karena pengembangan UKM dan ekonomi Indonesia menjadi tugas utama BI."Apabila kita ingin melihat kembali persoalan ini kami akan mereview persoalan ini barangkali sekarang tidak pas lagi dengan perkembangan yang baru dan apabila itu hanya ingin mengkonversi utang dari RDI menjadi bagian dari pemerintah dan BI terdilusi, Bahananya sendiri tidak kemana-mana hanya mengkonversi saja," ujarnya.Pada tahun 1996-1997, BPUI memiliki utang RDI sebesar Rp 250 miliar. Pada tahun 2006 utang mulai membengkak menjadi Rp 1,2 triliun dengan beban bunga Rp 163,1 miliar. Tahun 2007 diperkirakan pokoknya Rp 1,3-1,4 triliun dengan bunga Rp 170 miliar.Besarnya beban tersebut terus menggerus laba perusahaan. Tahun 2004 tercatat laba bersih Rp 626,8 miliar, tahun 2005 turun menjadi Rp 450,6 miliar. Tahun 2006 lebih parah anjlok menjadi Rp 41,8 miliar. (ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads