Modal Rp 1 Juta, Konter Pulsa Affan Berkembang Jadi Juragan Agen BRILink

Modal Rp 1 Juta, Konter Pulsa Affan Berkembang Jadi Juragan Agen BRILink

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Sabtu, 06 Jun 2026 22:30 WIB
Modal Rp 1 Juta, Konter Pulsa Affan Berkembang Jadi Juragan Agen BRILink
Foto: Alfi Kholisdinuka/detikcom
Jakarta -

Memulai usaha dari sebuah konter pulsa sederhana, Amilludin Affan kini sukses mengelola Agen BRILink hingga mempekerjakan 8 orang pegawai. Ia bahkan tak segan turun langsung mendampingi para pegawainya yang sibuk melayani nasabah di garda terdepan.

Pagi itu, Affan Cell yang berlokasi di Jalan Sulaiman, Bedahan, Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat ini tampak ramai dikunjungi pelanggan. Kurang dari satu jam, saat detikcom berkunjung, setidaknya ada 10 pelanggan yang tengah antre menunggu.

Mulai dari anak muda, orang tua, hingga ibu-ibu terus datang silih berganti. Kebutuhan mereka pun beragam, dari membeli pulsa, servis ponsel, hingga melakukan transaksi perbankan

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak heran, jika Affan Cell menjadi salah satu gerai pulsa dan Agen BRILink yang paling ramai dikunjungi di kawasan Bedahan, Sawangan. Saking padatnya pengunjung, Affan bahkan menyediakan kursi tunggu di depan toko bagian kiri dan kanan.

Sempat Jadi Kuli Panggul

Di sela-sela melayani pelanggan itu, Affan bercerita bahwa perjuangannya membangun usaha seperti sekarang membutuhkan proses yang panjang. Ia bahkan sudah kenyang merasakan asam garam dunia usaha.

ADVERTISEMENT

Pasalnya, sebelum mendirikan usaha ini ia sempat bekerja serabutan demi menyambung hidup. Mulai dari menjadi penjual kopi keliling hingga kuli panggul barang berat pernah ia lakoni.

Pekerjaan terakhirnya sebelum mandiri adalah menjadi operator di sebuah konter pulsa di daerah Pancoran Mas, Kota Depok.

"Waktu udah lulus sekolah, saya udah lamar kerja di mana-mana nggak ada yang keterima. (Akhirnya) Saya sama temen jualan kopi keliling, itu pertama. Kedua, saya juga pernah kerja di Agus Bako Sebagai kulit panggul juga pernah," kenang Affan kepada detikcom belum lama ini.

Setelah fase itu, ia mencoba peruntungan sebagai operator agen pulsa di Jalan Nusantara, Pancoran Mas, Kota Depok. Pengalaman kerja di tempat inilah yang kemudian menginspirasinya untuk mendirikan Affan Cell.

Selama menjadi operator, ia mempelajari seluruh seluk-beluk usaha penjualan pulsa. Ilmu dan pengalaman berharga itu kemudian menjadi modal utama kepercayaan dirinya untuk merintis bisnis konter sendiri pada tahun 2011 silam.

"Kerja di situ setahun sebagai operator agen pulsa. Voucher semua ada di toko itu, jadi dari sana saya tahu ilmunya dan paham 'dapurnya'. Akhirnya saya coba buka usaha dengan modal sendiri," ungkapnya.

Dari Konter Pulsa, Affan Kini Punya 'Bank' Tanpa Kantor dengan 8 PegawaiFoto: Alfi Kholisdinuka/detikcom

Modal Awal Rp 1 Juta

Affan mengenang awal mula merintis bisnis ini tidak langsung besar seperti sekarang. Bahkan di masa-masa awal, ia harus pontang-panting bekerja sendiri tanpa bantuan pegawai.

Pada fase awal merintis, ia hanya bermodalkan uang Rp 1 juta. Fasilitasnya pun sangat sederhana, yakni sebuah etalase kaca sepanjang 1 meter dan memanfaatkan teras rumah orang tuanya untuk berjualan.

"Etalase cuma 1 meter, kecil banget. Modalnya cuma sekitar Rp 1 juta di tahun 2011 itu," jelasnya.

Dari titik itulah, ia mulai mengumpulkan pundi-pundi rupiah demi mengembangkan bisnis. Keuntungan tipis sebesar Rp 1.000 dari setiap transaksi pulsa ia tabung dengan tekun.

Tiga tahun berselang, bisnis yang dirintisnya menunjukkan pertumbuhan positif. Sekitar tahun 2014, ia memberanikan diri untuk pindah ke ruko yang lebih besar di Jalan Sulaiman, Bedahan.

Pada momen perpindahan itulah, ia mulai mampu mempekerjakan dua orang pegawai untuk membantu operasional gerai. Pekerja tersebut biasanya diambil dari warga sekitar atau kerabat dekat yang sedang membutuhkan lapangan pekerjaan.

"(Tahun) 2014 itu karyawannya dulu cuma dua orang, dan saya (sendiri) masih ikut menjaga toko dari pagi sampai malam," ungkapnya.

Tertipu Puluhan Juta Rupiah

Kendati demikian, namanya bisnis kadang naik kadang turun. Affan juga pernah merasakan fase pahit, salah satunya saat menjadi korban penipuan hingga merugi puluhan juta rupiah.

Kerugian materiil yang cukup besar tersebut sempat menggoyang fondasi keuangan usahanya. Kerugian itu terjadi akibat keputusannya berinvestasi pada perangkat server pulsa yang ternyata tidak berumur panjang.

"Kita beli alatnya total Rp 25 juta waktu itu 2015 baru saya buka di sini. Saya beli mesinnya total Rp 25 juta itu bertahan cuman 3 bulan, akhirnya waktu itu mesinnya belum (upgrade) masih ketinggalan zaman," jelasnya.

Alih-alih terpuruk meratapi kegagalan investasi mesin server pulsa tersebut, pengalaman pahit itu justru dijadikan sebagai titik balik untuk berbenah. Strategi bisnis yang lebih matang pun mulai diterapkan guna mengembalikan stabilitas usahanya.

Perlahan tapi pasti, usaha yang dirintisnya pun terus berkembang pesat. Bahkan saat ini, ia sudah mempekerjakan hingga 8 orang pegawai.

Delapan pekerja tersebut dibagi menjadi dua giliran kerja (shift), yaitu pagi dan sore yang masing-masing diisi oleh 4 orang. Setiap shift diisi oleh staf yang bertugas sebagai teknisi servis ponsel hingga pelayan transaksi Agen BRILink.

"Sekarang total karyawan sudah ada 8 orang," ungkapnya.

Dari Konter Pulsa, Affan Kini Punya 'Bank' Tanpa Kantor dengan 8 PegawaiFoto: Alfi Kholisdinuka/detikcom

Agen BRILink Jadi Penopang Bisnis

Lebih lanjut, Affan bercerita keputusan bergabung menjadi Agen BRILink membawa berkah besar bagi usahanya. Saat ini, layanan Agen BRILink mampu menyumbang sekitar 50% dari total pendapatan Affan Cell. Sisanya baru ditopang oleh penjualan pulsa dan jasa servis ponsel.

"Namanya usaha kan tidak tentu, kadang naik dan turun. Tapi kalau sekarang posisinya sudah stabil, sekitar 50 persen pendapatan toko disumbang dari AgenBRILink," tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa kestabilan omzet tersebut diraih setelah dirinya konsisten menjadi Agen BRILink selama 7 tahun hingga naik level jadi Juragan. Menurutnya, pendapatan dari layanan perbankan ini sangat efektif mendongkrak pemasukan tokonya.

Bahkan, volume transaksi bulanan Agen BRILink Affan Cell kini bisa mencapai 4.000 transaksi. Adapun total perputaran uang berkisar antara Rp 2 hingga Rp 3 miliar.

"Ya kurang lebih Rp 2-3 miliar uang yang berputar. Jadi uang masuk dan keluar bersilangan, ada yang transfer dan ada juga yang menarik tunai," ungkapnya.

Affam biasa mengambil keuntungan dari biaya admin sebesar Rp 5.000 untuk setiap transaksi di bawah Rp 2 juta. Sementara untuk nominal di atas jumlah tersebut, biaya admin akan naik menyesuaikan jumlah transaksi.

"Adminnya Rp 5 ribu per transaksi (untuk nominal) di bawah Rp 2 juta. (Kalau transaksinya) Rp 3 juta, Rp 8 juta, dan seterusnya, ada penyesuaian tarif admin lagi," ungkapnya.

Selain itu, BRI juga memberikan bagi hasil atau komisi sekitar Rp 1.500 untuk setiap transaksi yang berhasil diproses.

Solusi Hemat Waktu Andalan Warga

Tingginya aktivitas transaksi di tokonya dipengaruhi oleh banyak faktor eksternal, seperti kemacetan di sekitar Jalan Raya Muchtar dan keberadaan juru parkir yang biasanya ada di supermarket atau gerai ATM terdekat.

Ia mengatakan banyak pelanggan yang lebih memilih bertransaksi di tokonya demi menghindari macet dan biaya parkir. Fenomena sosial inilah yang justru menjadi berkah tersendiri bagi perkembangan Affan Cell.

"Jadi memang memudahkan orang buat transaksi, tarik tunai maupun transfer. Jadi orang kan berpikir, walaupun di sini ada biaya adminnya, nggak terlalu berpengaruh banget daripada ke bank yang membuang waktu, kena macet, belum lagi bayar parkirnya. Kalau dihitung-hitung jadinya sama saja," tuturnya.

Hal ini diakui oleh pekerja bangunan yang sedang menggarap proyek di sekitar Bedahan Sawangan, Anton. Menurutnya, keberadaan Agen BRILink Affan Cell sangat membantu aktivitas keuangannya. Ia tidak perlu lagi membuang banyak waktu dan tenaga hanya untuk mengirim uang.

Apalagi, upah sebagai pekerja bangunan biasanya dibayarkan secara tunai (cash). Kehadiran agen ini tentu memudahkannya untuk langsung menyetorkan dan mengirimkan uang tersebut kepada keluarga di kampung halaman.

"(Agen BRILink) ya mempermudah saya. Bisa kirim uang ke kampung (halaman dengan cepat), (lokasinya) deket, dan nggak macet," kata Anton.

Selain itu, keunggulan lain yang ia rasakan saat menarik uang tunai adalah nominalnya yang fleksibel, tidak harus kelipatan Rp 50 ribu atau Rp 100 ribu seperti di mesin ATM pada umumnya. Di Agen BRILink, jumlah penarikan bisa disesuaikan dengan kebutuhan nasabah.

"Keunggulannya di sini kalau narik uang nggak mesti Rp 50 ribu. (Ambil) Rp 20 ribu pun bisa dilayani," jelasnya.

Dari Konter Pulsa, Affan Kini Punya 'Bank' Tanpa Kantor dengan 8 PegawaiFoto: Alfi Kholisdinuka/detikcom

Penggerak Ekonomi Kerakyatan

Sementara itu, pada kesempatan terpisah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperluas jangkauan layanan keuangan. Hal ini dilakukan melalui jaringan Agen BRILink yang tersebar di wilayah Indonesia.

Menurut Direktur Mikro BRI Akhmad Purwakajaya, kehadiran Agen BRILink membuat layanan keuangan bank semakin dekat dan memudahkan aktivitas masyarakat. Agen BRILInk menjadi kanal utama BRI dalam menjangkau kebutuhan transaksi masyarakat secara luas.

"Agen BRILink menjadi salah satu andalan BRI dalam menjangkau kebutuhan transaksi masyarakat di berbagai wilayah. Jaringan ini menghadirkan layanan yang mudah diakses oleh masyarakat dan mempercepat proses transaksi, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan. Peran tersebut menempatkan BRILink Agen sebagai penggerak ekonomi kerakyatan," ungkapnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data dari BRI, pada akhir Maret 2026, jumlah Agen BRILink mencapai lebih dari 1,18 juta agen yang tersebar di 66.450 desa atau lebih dari 80% total desa di Indonesia. Jangkauan tersebut memperkuat peran Agen BRILink sebagai layanan keuangan berbasis kemitraan tingkat desa.

(akd/ega)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads