Iwapi Siap Jadi Jembatan Perbankan dan Wanita
Jumat, 16 Nov 2007 17:20 WIB
Jakarta - Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) akan menjadi fasilitator para pengusaha wanita yang selama ini sulit menembus kredit perbankan. Dengan cara program pembiayaan kolektif.Demikian dikatakan Ketua Umum Iwapi terpilih dalam Munas Iwapi Fahrina Fahmi Idris di hotel Sahid, Jakarta, Jumat (16/11/2007)."Kita akan kerjasama dengan perbankan maupun lembaga keuangan lainnya," ujar putri kedua dari Menteri Perindustrian ini.Menurutnya, kendala utama pengusaha wanita kesulitan mendapat kredit, karena wanita akan menjadi seorang ibu. Sehingga perbankan melihat yang berhak mendapat kredit adalah kepala keluarga."Pengusaha identik laki-laki, kita ini wanita dilihat perbankan hanya akan jadi ibu-ibu, " keluhnya.Rina menjelaskan saat ini anggota Iwapi mencapai 16 ribu wanita yang tersebar di seluruh Indonesia. Namun hanya dua persen yang merupakan pemilik perusahaan berskala menengah dan besar, sisanya usaha mikro. Hal itu disebabkan sulitnya akses pembiayaan perbankan.Untuk meningkatkan jumlah peminat menjadi pengusaha, Iwapi juga bekerjasama dengan SMA dan perguruan tinggi dalam mencetak pengusaha muda wanita dengan memberi pelatihan kewirausahaan."Mereka itu ibarat spons, daya serapnya masih tinggi kana kita ajarkan bagaimana membuat proposal bisnis yang bagus, itu asal mula mendirikan suatu bisnis," ungkapnya.Rina Fahmi Idris terpilih sebagai Ketua Iwapi menggantikan Suryani Motik yang telah habis masa jabatannya.Mengomentari kemenangannya menyisihkan kandidat lainnya, Rani mengaku kalau tak ada satupun pihak yang mencalonkan dirinya."Saya mencalonkan diri sendiri," ungkapnya.Rina tercatat sebagai pemegang saham di delapan perusahaan, yakni PT Lima Ideas, PT Ideas Analitika Pratama, PT universal Security Indonesia, PT Royal Crest Indonesia, PT Viron Energy, PT Indo Enviro Waste Management, PT Trans Cargo Global Asia, dan PT Asia Pasific Flight Training Ind.
(arn/qom)











































