OJK Sebut IHSG Masih Tangguh Meski Global Gonjang-Ganjing

OJK Sebut IHSG Masih Tangguh Meski Global Gonjang-Ganjing

Andi Hidayat - detikFinance
Kamis, 18 Jun 2026 16:26 WIB
Ilustrasi Gedung Djuanda I dan Gedung Soemitro Djojohadikusumo
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengakui pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kuat dipengaruhi oleh ketidakpastian global. Hal ini yang mendorong indeks saham turun di bawah level 6.000 beberapa waktu lalu.

Diketahui saat ini, IHSG melemah 1% ke level 6.158,29 berdasarkan panel Bursa Efek Indonesia (BEI). Pertumbuhan indeks saham sendiri terpangkas lantaran kembali melemah sejak perdagangan Rabu (17/6) kemarin.

Meski demikian, OJK menilai pasar modal Indonesia masih memiliki daya tahan yang cukup baik di tengah tekanan tersebut. Hal itu tercermin dari likuiditas pasar yang tetap memadai, aktivitas transaksi yang mulai membaik, dan tekanan jual investor asing yang diklaim terkendali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terdapat tekanan terhadap IHSG kita yang masih berlanjut pada pekan Juni 2026 yang sempat turun sampai di bawah level 6.000. Namun memang tren ini meskipun masih dalam keadaan ketidakpastian, tentunya dari kondisi saat ini masih juga menunjukkan resiliensi pasar yang tetap terjaga," terang Direktur Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik OJK, Nailin Ni'mah, di Main Hall BEI, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

ADVERTISEMENT

Di pasar obligasi, OJK mencatat kinerja indeks obligasi dianggap stabil meski risiko global meningkat. Sementara itu, industri pengelolaan investasi juga disebut berkinerja positif dengan pertumbuhan dana kelolaan dan aktivitas investasi secara year-to-date.

Nailin menambahkan, proses pendalaman pasar modal juga terus berlanjut. Hal itu tercermin dari pertumbuhan jumlah investor yang saat mencapai 27 juta Single Investor Identification (SID).

"Pertumbuhan jumlah investor yang signifikan, menjadi 27 juta investor, serta aktivitas penghimpunan dana korporasi yang tetap kuat, menunjukkan pasar modal tetap menjalankan perannya sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi perekonomian," pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, BEI juga menyampaikan telah menggelar sejumlah reformasi untuk mengembalikan kepercayaan investor terhadap pasar modal. Reformasi tersebut termasuk pengungkapan Ultimate Beneficial Owner (UBO).

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Kristian Manullang, menjelaskan pengungkapan UBO ini mendorong perusahaan terbuka untuk menerapkan tata kelola yang baik, integritas, dan keterbukaan informasi.

"Langkah ini akan memperkuat kepercayaan investor sekaligus meningkatkan kredibilitas pasar modal Indonesia. Karena itu kami mendorong perusahaan tercatat untuk meninjau struktur kepemilikan secara menyeluruh, memastikan pengungkapan pemilik manfaat dilakukan dengan jelas, serta mengintegrasikannya ke dalam praktik tata kelola perusahaan yang baik," imbuhnya.

Tonton juga video "TanyadetikFinance Apa yang Bikin IHSG Terbang Dalam Beberapa Hari Terakhir?"

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads