BTN Harus Diperkuat, Jangan Diakuisisi

BTN Harus Diperkuat, Jangan Diakuisisi

- detikFinance
Minggu, 18 Nov 2007 11:18 WIB
Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (BTN) fungsi intermediasinya harus diperkuat untuk pelaksanaan program perumahan rakyat. Jika BTN diakusisi bank lain, hal itu akan tidak efisien.Hal tersebut disampaikan anggota Komisi VI DPR, Hasto Kristiyanto, ketika dihubungi detikFinance, Minggu (18/11/2007). Komisi VI DPR, menurut Hasto tetap mempertahankan pernyataan yang telah ditandatangani pada 1 September 2007, agar BTN tetap menjadi bank yang berdiri sendiri atau stand alone. "Penguatan BTN sangat diperlukan untuk pelaksanaan program perumahan rakyat, karena program ini sudah mendesak. Kita sudah minta pada Menneg BUMN agar mempertimbangkan hal ini," kata Hasto.Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RJPM) 2004-2009, pemerintah menargetkan pembangunan 1,35 juta unit rumah sederhana sehat bersubsidi. Sementara kemampuan rata-rata BTN sekitar 75.000 unit per tahun."Untuk mengejar target 1,35 juta unit itu, dibutuhkan lebih dari 3 bank perumahan. Kalau jumlah bank tidak memenuhi, maka pilihannya adalah meningkatkan modal BTN hingga 4 kali lipat, agar dapat menyalurkan kredit mencapai 270 ribu unit per tahunnya," kata Hasto.BTN, ia menekankan, hingga saat ini masih mendominasi penyaluran kredit perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.Sementara menanggapi usulan dibentuk suatu bank khusus perumahan yang lebih besar, ia menyatakan bahwa hal itu menjadi tidak efisien. "Merger atau akuisisi, kelihatannya terlalu terburu-buru, sehingga bisa mengganggu pelaksanaan RJPM 5 tahun. Kita sudah punya BTN kok. Kenapa tidak itu saja yang diperkuat?" kata Hasto. (dro/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads