Teknologi Perbankan CIMB

Laporan dari Kuala Lumpur

Teknologi Perbankan CIMB

- detikFinance
Minggu, 18 Nov 2007 17:13 WIB
Kuala Lumpur - Kantor Cabang CIMB Bank di Hotel Royale Bintang, Kuala Lumpur, Malaysia memberikan suasana berbeda dengan kantor bank di Indonesia. Di sini terlihat teknologi dan fasilitas yang berbeda dengan bank di Indonesia. Selain mesin ATM yang berderet rapi, ada juga mesin deposit check dalam 1 ruangan. Mesin ini mirip dengan ATM dengan layar sentuh. Bagi nasabah yang enggan bertransaksi di dalam bank, bisa langsung menggunakan mesin-mesin tersebut.Sementara, di ruangan lainnya merupakan tempat transaksi perbankan biasa. Saat nasabah memasuki gedung bank, pegawai bank menyambut nasabah dengan ramah.Untuk mengambil nomor antrean juga tak sama dengan di Indonesia, di Bank CIMB mempunyai alat khususnya. Nasabah tinggal memasukkan kartu sejenis KTP ke mesin tiket, selanjutnya akan keluar kertas bertuliskan nomor giliran."Nasabah hanya memasukkan kartu berchip ini nanti keluar nomornya," kata Area Retail Manager CIMB Bank Mohd Marzuki bin Wan Hussin.Nasabah juga dapat melihat jumlah antrean di layar monitor yang memanjang. Layar ini terpasang di dinding dan bergambarkan pohon berdaunkan nomor antrean. "Dari layar ini dapat dilihat antrean sudah sampai nomor berapa," ujarnya.Tak jauh dari layar itu, juga ada 1 unit internet banking yang dinamakan CIMB Clicks. Nasabah bisa langsung membayar tagihan listrik, air, dan sebagainya tanpa harus mengantre di kasir.Nasabah yang ingin menyumbang juga dapat mengisi mesin Vote. Ada 3 pilihan dalam mesin itu, yakni untuk pendidikan, kesehatan, dan anak-anak yatim serta orang-orang keterbatasan fisik. Jumlah dana yang disumbangkan sekali memilih yakni RM 10 ribu.Lalu apa teknologi ini akan diterapkan di Indonesia? Mengingat CIMB merupakan pemegang saham Bank Niaga. Chief Executive CIMB Group Nazir Razak berjanji teknologi Bank Niaga akan menerapkan hal yang sama."Ya tentu dari segi teknologi juga. Kita pelan-pelan untuk menyatukan teknologi Bank Niaga dan CIMB dari teknologi," ujar Nazir.Menurut Nazir, segala hal yang bagus di Malaysia akan diterapkan di Indonesia. Begitu pula sebaliknya. "Jadi sinergi dua arah. Apa yang bagus di Kuala Lumpur, kita transfer ke Indonesia. Dan yang bagus di Indonesia, kita transfer ke Kuala Lumpur," pungkasnya.Menurut Marzuki jika suatu bank mendapat banyak keluhan dari nasabahnya maka bank tersebut akan langsung diberi sanksi. "Setiap complain bisa menurunkan 1 markah dan akan menyangkut performance bank," ujarnya. (mly/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads