Viral Nasabah Prudential Curhat Klaim Rp 123 Juta Ditolak, Reimburse Tak Cair-cair

Viral Nasabah Prudential Curhat Klaim Rp 123 Juta Ditolak, Reimburse Tak Cair-cair

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 03 Jul 2026 12:29 WIB
Prudential
Prudential / Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta -

Curhatan nasabah asuransi Prudential yang mengeluhkan klaim sebesar Rp 123 juta belum cair selama berbulan-bulan viral di media sosial. Klaim tersebut diajukan selama biaya pengobatan rawat inap dengan diagnosa sakit radang usus.

"Total invoice rawat inap saya Rp 123 juta dan karena ditolak dari Prudent, akhirnya saya memakai dana pribadi untuk selanjutnya diajukan klaim reimburse. Tapi apa yang terjadi? Sudah hampir tiga bulan reimbursement saya belum cair," curhat akun @*ir*n*l di platform Threads, dikutip Jumat (3/7/2026). Kutipan sudah disesuaikan dengan ejaan yang benar.

Warganet tersebut mengaku baru pertama kali mengajukan klaim asuransi Prudential sejak bergabung lebih dari satu tahun. Pengalaman pertamanya itu membuatnya merasa kecewa telah menggunakan asuransi tersebut karena merasa dipersulit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Awalnya ia menceritakan bahwa rumah sakit (RS) tempatnya rawat inap ditolak mengajukan klaim ke Prudential dengan alasan tidak rasional. Adapun alasannya yakni yang bersangkutan disebut pernah dirawat di RS Hermina Jatinegara dengan diagnosa yang sama, padahal tidak pernah.

"Sama sekali saya tidak pernah dirawat di RS Hermina Jatinegara. Saat saya minta bukti ke Prudent untuk buka history saya mengenai hal tersebut, Prudent menolak dan tidak memberikan," ucapnya.

ADVERTISEMENT

"Saya tantang lah Prudent dengan membawa bukti langsung dari RS Hermina Jatinegara. Saya minta administrasi di sana untuk buka riwayat saya dan langsung email hasilnya ke Prudent. Ternyata apa? Saat saya tanya ke bagian admin RS Hermina tersebut, tidak pernah sekali pun ada telepon dari Prudent menanyakan tentang riwayat berobat saya. Terbukti kalau saya tidak pernah ada riwayat rawat inap apapun di sana," tambahnya.

Ia mengaku sudah rajin menanyakan progres permohonan klaimnya ke Prudential. Alih-alih mendapat kejelasan, jawabannya hanya "mohon maaf dan akan ditindaklanjuti".

"Untuk klaim reimburse pun sangat banyak dokumen yang harus diajukan dan informasinya tidak langsung alias berlarut-larut. Contoh, Prudent email saya untuk memberikan hasil X, setelah sudah disubmit, 14 hari kemudian email lagi dan harus memberikan X, sudah disubmit, 14 hari kemudian email lagi dan seperti itu terus," ungkapnya.

Nasabah tersebut menduga proses pencairan yang lama dan bertele-tele sengaja dilakukan agar nasabah lelah dan tidak melanjutkan proses klaim.

"Bisa dibayangkan nggak kalau saya tidak punya uang? Bagaimana saya bisa keluar dari RS dan membayar Rp 123 juta? kami nasabah tiap bulan membayar iuran dan tidak pernah telat, kenapa kami mau pakai hak kami malah dipersulit? Iuran naik terus tiap tahunnya tetapi pelayanan makin minus," ujarnya.

Curhatan itu pun banyak ditanggapi warganet lainnya. Tidak sedikit dari mereka mengaku memiliki pengalaman atau nasib serupa.

"Kasusnya sama seperti suami saya asuransi Prudential juga. Tidak bisa dicover dengan alasan pernah dirawat di RS Hermina Daan Mogot, padahal nggak pernah ke sana. Minta bukti-buktinya juga nggak mau dikasih. Mereka sengaja seperti itu karena nggak mau bayar, lalu cari alasan mengada-ada nggak jelas dan berbohong, hati-hati saja yang pake itu asuransi," curhat salah satu netizen.

"Gua juga lagi proses reimburse di Prudential sudah hampir 3 bulan. Lama banget kerjanya bertele-tele emang, udah nggak ngerti lagi dah. Punya asuransi buat tenang malah was-was," curhat netizen lain.

Saat dimintai tanggapan, pihak Prudential Indonesia mengatakan bahwa yang bersangkutan merupakan nasabah Prudential Syariah dan akan diteruskan kepada yang terkait. Sampai berita ini naik, belum ada pernyataan lebih lanjut yang diberikan.

(aid/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads