"Bank Mandiri sebagai lead, dibantu oleh BNI dan BRI, mereka sudah commit dan melakukan sindikasi untuk pendanaan Kualanamu," kata Dirut PT Angkasa Pura II Edie Haryoto di kantor pusat Gedung AP II, Bandara Soekarno Hatta, Kamis (22/11/2007).
Pinjaman yang diberikan masing-masing bank untuk pembangunan bandara Kualanamu itu belum ditentukan. Namun akan dikucurkan secara bertahap hingga proyek selesai pada Oktober 2009.
"Kalau besarnya pinjaman yang diberikan oleh masing-masing bank itu tergantung mereka. Tapi yang jelas, Mandiri sebagai lead yang akan menentukan besarannya masing-masing. Kita terima beres saja," kata Edie.
Dana sebesar Rp 1 triluun itu digunakan untuk pembangunan private sector Bandara Kualanamu yang meliputi arsitektur bangunan terminal, mechanical electrical terminal, special equipment dan bangunan pendukung seperti jalan, terminal kargo, perkantoran dll.
Untuk private sector, pembangunan ditangani oleh PT AP II, dengan anggaran Rp 1,4 triliun. Dari total dana itu, Rp 1 triliun dari pinjaman bank, Rp 400 miliar dari ekuitasnya.
(qom/ir)











































