Nasabah Makin Modern, Bank Wajib Transformasi Bisnis

Nasabah Makin Modern, Bank Wajib Transformasi Bisnis

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 07 Jul 2026 15:07 WIB
Ilustrasi bank
Foto: Freepik/macrovector
Jakarta -

Perbankan saat ini terus mempercepat transformasi di lini bisnis korporasi dan komersial. Direktur Corporate Banking BTN Helmy Afrisa Nugroho mengatakan transformasi BTN terus dipercepat melalui penguatan layanan korporasi berbasis digital, pengembangan ecosystem-driven business, serta perluasan kolaborasi dengan berbagai sektor strategis.

"BTN ingin hadir tidak hanya sebagai bank pembiayaan rumah, tetapi juga sebagai mitra keuangan utama bagi seluruh pelaku dalam rantai nilai ekosistem perumahan dan ekonomi nasional," tutur Helmy dalam siaran pers, ditulis Selasa (7/7/2026).

Helmy menjelaskan, pendekatan ekosistem menjadi salah satu kunci transformasi BTN ke depan. Dengan basis nasabah yang kuat di sektor perumahan, BTN memiliki ruang besar untuk menghadirkan layanan yang lebih luas, baik bagi nasabah individu, pelaku usaha, maupun institusi. Hal tersebut mencakup solusi pembiayaan, cash management, transaction banking, supply chain financing, serta layanan digital yang semakin relevan dengan kebutuhan nasabah modern.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami melihat ekosistem perumahan memiliki multiplier effect yang sangat besar terhadap perekonomian. Karena itu, BTN terus memperkuat kapabilitas corporate dan commercial banking agar mampu mendukung pertumbuhan ekosistem tersebut secara lebih terintegrasi, efisien, dan berdaya saing," ujar Helmy.

Sementara itu, dengan berbagai strategi transformasi tersebut, BTN terus mencatatkan kinerja positif. Per Mei 2026, BTN membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp1,85 triliun atau meningkat 54,37% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,19 triliun. Pertumbuhan laba BTN tersebut berada di atas rata-rata peningkatan laba bank umum nasional. Data Otoritas Jasa Keuangan mencatat laba bersih perbankan nasional tumbuh 4,96% secara tahunan (year-on-year/yoy) per Mei 2026.

ADVERTISEMENT

Kinerja BTN juga ditopang oleh pertumbuhan kredit dan pembiayaan yang solid. Hingga Mei 2026, total kredit dan pembiayaan konsolidasi BTN mencapai Rp403,06 triliun atau tumbuh 9,97% yoy dibandingkan Mei 2025 sebesar Rp366,52 triliun.

Sementara itu, total dana pihak ketiga konsolidasi BTN tercatat mencapai Rp433,95 triliun atau meningkat 9,09% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp397,78 triliun. Kinerja kredit dan dana pihak ketiga BTN tersebut juga melampaui pertumbuhan rata-rata industri perbankan nasional. Secara nasional, kredit dan DPK industri perbankan masing-masing tumbuh sebesar 8,62% yoy dan 4,29% yoy per Mei 2026.

Ke depan, BTN menegaskan akan terus melanjutkan agenda transformasi secara disiplin dengan memperkuat bisnis inti di sektor perumahan, memperluas layanan berbasis ekosistem, mempercepat digitalisasi dan otomasi, serta menjaga kualitas pertumbuhan melalui manajemen risiko yang prudent. Dengan dukungan Danantara Indonesia, BTN optimistis dapat terus menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi nasabah, masyarakat, dan perekonomian nasional.

Dalam ajang penghargaan internasional Asian Banking & Finance Awards 2026 di Singapura, BTN berhasil meraih lima penghargaan, yakni Indonesia Domestic Digital Transformation Bank of the Year, Indonesia Domestic Ecosystem Platform Initiative of the Year, Indonesia Domestic Digital MSME Initiative of the Year, Indonesia Domestic Technology & Operations Bank of the Year, serta Ecosystem Initiative of the Year - Indonesia.

Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo mengatakan lima penghargaan tersebut menjadi pengakuan internasional atas keberhasilan transformasi BTN yang semakin komprehensif. Menurutnya, BTN tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memastikan setiap ekspansi didukung oleh tata kelola, manajemen risiko, digitalisasi proses, dan prinsip keberlanjutan yang semakin kuat.

"Transformasi BTN saat ini bergerak lebih menyeluruh. Kami tetap memperkuat posisi sebagai pemimpin pembiayaan perumahan, namun pada saat yang sama juga memperluas peran BTN sebagai penyedia solusi keuangan holistik bagi nasabah dan ekosistem. Sejalan dengan arahan Danantara, BTN terus memperkuat digitalisasi, otomasi proses, tata kelola, manajemen risiko, dan ESG agar pertumbuhan bisnis dapat berjalan sehat, prudent, dan berkelanjutan," ujar Setiyo di Jakarta, Senin (6/7).

Setiyo menambahkan, pengakuan internasional terhadap transformasi BTN juga tercermin dari pencapaian perseroan sebagai bank pertama di Indonesia yang memperoleh MSCI ESG Rating AA. Capaian tersebut menunjukkan bahwa transformasi BTN tidak hanya menghasilkan kinerja finansial yang solid, tetapi juga semakin diakui dari sisi environmental, social, and governance di tingkat global.

"Pencapaian MSCI ESG Rating AA menjadi validasi bahwa transformasi BTN berjalan pada jalur yang benar. Bagi kami, keberlanjutan bukan sekadar agenda tambahan, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi bisnis, tata kelola, dan manajemen risiko. BTN ingin memastikan bahwa pertumbuhan bisnis yang kami dorong, baik di sektor perumahan maupun ekosistem yang lebih luas, tetap menciptakan dampak positif bagi masyarakat, lingkungan, dan ekonomi nasional," ujar Setiyo.

(kil/kil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads