Perbankan Waspadai Kredit Macet Akibat Harga Minyak Tinggi

Perbankan Waspadai Kredit Macet Akibat Harga Minyak Tinggi

- detikFinance
Jumat, 23 Nov 2007 14:12 WIB
Jakarta - Perbankan akan mewaspadai kredit macet dari debitor yang penggunaan bahan bakar minyaknya (BBM) masih tinggi dalam proses produksi. Tingginya risiko kredit macet dari debitor-debitor tersebut meningkat karena tingginya harga minyak dunia.

Demikian disampaikan Ketua Perbanas Sigit Pramono disela-sela peluncuran The Asia Pacific Conference & Exhibition on Financial Transformation (Apconex) 2008 di Hotel Shangrila, Jakarta, Jumat (23/11/2007).

Menurut Sigit, tingginya harga minyak dunia dan bahan bakar industri akan berpengaruh terhadap peningkatan biaya produksi dan distribusi. Hal tersebut berpotensi mengganggu keuangan (cash flow) perusahaan dan berpotensi mengganggu pembayaran kredit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami akan lebih memonitor nasabah-nasabah kami yang diidentifikasikan porsi dari biaya energinya itu menempati porsi yang paling besar didalam komponen biaya produksinya. Itu yg akan kami monitor lebih ketat," ujarnya.

Meskipun demikian, perbankan tidak akan terlalu selektif terhadap nasabah-nasabah kredit untuk proyek-proyek baru. Pasalnya, perbankan mengestimasikan proyek-proyek baru sudah melakukan penyesuaian terhadap tingginya harga BBM.

"Nasabah-nasabah yang baru ini, apalagi yang proyek baru, sudah melakukan perencanaan dari awal sehingga menggunakan sumber energi bukan dari BBM misalnya batubara," kata Sigit.

Meski harga minyak masih tinggi, Sigit optimistis pertumbuhan kredit tahun depan tidak akan melambat. "Saya optimis dengan pertumbuhan kredit," tandasnya. (ard/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads