S&P Pertahankan Rating RI, Purbaya: Beli Saham, Jual Dolar AS!

S&P Pertahankan Rating RI, Purbaya: Beli Saham, Jual Dolar AS!

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 14 Jul 2026 16:17 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengacungkan jempol saat konferensi pers APBN KiTa edisi Juni 2026 di Jakarta, Jumat (5/6/2026). Kementerian Keuangan melaporkan perekonomian hingga Mei 2026 menunjukkan ketahanan yang solid, didukung permintaan
Foto: Ari Saputra/detikFoto
Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimis sentimen investor global akan membaik ke Indonesia. Hal itu usai lembaga pemeringkat internasional S&P mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan prospek (outlook) pada level stabil.

"Jadi begitu ini (laporan S&P) keluar, clear bahwa fondasi ekonomi kita bagus. Investor akan balik ke sini secara bertahap. Kalau yang pinter sih akan masuk cepat," kata Purbaya kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Purbaya bahkan terang-terangan mendorong para pelaku pasar modal untuk segera membeli saham. Menurutnya, laporan S&P menunjukkan apa yang dikhawatirkan para pengamat bahwa kebijakan fiskal Indonesia dilakukan secara ugal-ugalan adalah tidak benar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi beli saham kalau Anda pemain saham, jangan takut lagi," imbuh Purbaya.

Selain itu, Purbaya juga memperkirakan rupiah akan otomatis menguat ke depan. Oleh karena itu, ia menyarankan agar pemilik dolar Amerika Serikat (AS) segera menjual.

ADVERTISEMENT

"Kalau punya dolar, jual dolarnya. Rupiah juga akan menguat ke depan otomatis, S&P saja bilang menguat Rp 17.000. (Sekarang masih Rp 18.000) nggak apa-apa karena orang pada takut atau saya belum ngomong kali bahwa ini berita yang bagus," ucap Purbaya.

Laporan S&P yang mempertahankan rating Indonesia dianggap sebagai suatu pengakuan internasional bahwa pemerintah bisa menjalankan fiskal dengan baik dan bijaksana. Ke depan, ia yakin peringkat akan lebih bagus lagi.

"Kalau Anda lihat kan dari akhir tahun lalu, awal tahun terus kita diserang dengan kemungkinan downgrade peringkat dan lain-lain dari MSCI, Moody's, Fitch dan lain-lain seolah-olah kita buruk, mereka bilang menuju kehancuran, Indonesia akan krisis. Ini update dari S&P merupakan konfirmasi bahwa kita berjalan di arah yang benar, dengan kebijakan yang baik dan hati-hati," pungkas Purbaya.

Simak juga Video 'Dasco Kumpulkan Bos Bank BUMN Imbas Harga Saham Anjlok':

(aid/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads