Berdasarkan survei yang dilakukan oleh AIG Life, terungkap hanya 11% masyarakat yang tinggal di kota besar yang memiliki perlindungan asuransi jiwa.
Demikian disampaikan dalam press conference bertajuk "Life Matters Index" di Hotel Le Meredien, Jl. Jend Sudirman, Jakarta, Senin (26/11/2007).
Survei yang dinamakan AIG Life Matter Index 2007 ini, melibatkan 1.500 responden di 6 kota antara lain Jabodetabek, Surabaya, Medan, Semarang, Makassar, dan Palembang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil riset tersebut, ia menambahkan, akan digunakan sebagai grand plan peningkatan penetrasi pasar AIG Life. Diakuinya hasil riset tersebut menunjukkan angka kepemilikan asuransi jiwa yang tergolong rendah.
Hal itu disebabkan oleh beberapa hal. Faktor-faktor utamanya, kebanyakan masyarakat tidak memiliki dana yang cukup untuk membeli asuransi jiwa. Tidak memahami manfaat asuransi jiwa, dan persepsi mengenai sulitnya prosedur klaim asuransi.
Beberapa temuan survey lainnya antara lain 70% orang Indonesia hanya dapat bertahan hidup selama 2 tahun setelah mereka tidak bekerja lagi, 76% mengatakan tidak siap dengan diagnosa penyakit kritis seperti kanker jantung, dsb, serta pengetahuan mengenai asuransi dan manajemen keuangan yang masih sangat rendah.
"Dari hasil survei tersebut, AIG Life menargetkan akan melakukan rekruitmen 10 ribu agen baru untuk memperkuat penetrasi pasar asuransi di Indonesia," kata Budisuharto. (dro/ir)











































