Memahami Mekanisme Bid-Offer Sebelum Membeli Saham

Memahami Mekanisme Bid-Offer Sebelum Membeli Saham

Rahmat Khairurizqi - detikFinance
Selasa, 21 Jul 2026 11:35 WIB
Memahami Mekanisme Bid-Offer Sebelum Membeli Saham
Foto: Getty Images/iStockphoto/Orientfootage
Jakarta -

Pernah mengira harga saham yang tampil di aplikasi adalah harga pasti saat beli saham online? Faktanya, harga eksekusi ditentukan oleh mekanisme bid (harga beli) dan offer (harga jual) yang bertemu dalam antrean order.

Karena itu, memahami cara kerja bid-offer penting agar kamu tahu di harga berapa dan seberapa cepat order dapat tereksekusi.

Apa Itu Bid dan Offer, dan Kenapa Harga Tidak Selalu "Pasti"

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bid adalah harga tertinggi yang pembeli mau bayar, sementara Offer atau Ask adalah harga terendah yang penjual mau lepas.

Coba bayangkan ada pembeli yang mau beli di Rp990 dan penjual yang baru mau jual di Rp1.000. Selama ada gap harga atau spread di antara keduanya, transaksi belum otomatis terjadi. Transaksi baru tereksekusi kalau ada pihak yang "menyeberang". Pembeli harus naikkan harga ke level offer, atau penjual turunkan harga ke level bid.

ADVERTISEMENT

Market Order vs Limit Order, Mana yang Lebih Aman?

Market Order adalah eksekusi langsung di harga terbaik yang tersedia di pasar saat itu. Prosesnya cepat, tapi harga bisa "meleset" dari ekspektasi kalau likuiditas tipis.

Limit Order adalah eksekusi hanya di harga yang kamu tentukan atau lebih baik. Eksekusinya lebih terkontrol, tapi ada risiko order tidak tereksekusi kalau harga tidak pernah menyentuh level tersebut.

Limit Order lebih disarankan, terutama saat harga sedang bergerak cepat atau volatile (untuk menghindari slippage) dan saat saham dengan likuiditas rendah (spread bid-offer lebar). Trader berpengalaman pun tetap pakai Limit Order sebagai bagian dari manajemen risiko eksekusi, bukan cuma buat pemula.

Cara Membaca Order Book di Ajaib

Memahami Mekanisme Bid-Offer Sebelum Membeli SahamDi Ajaib, fitur Order Book menampilkan antrian bid dan offer secara real-time. Foto: Ajaib

- Struktur tampilannya: kolom Bid (sisi hijau) menunjukkan antrian harga beli beserta jumlah lot dan frekuensi order di setiap level. Kolom Ask atau Offer (sisi merah) menunjukkan antrian harga jual.

- Cara membaca level harga bertingkat: harga bid tertinggi ada di baris paling atas, semakin ke bawah harga semakin rendah (begitu juga sebaliknya untuk offer). Kalau antrian lot di sisi Bid jauh lebih besar dibanding Ask di harga terdekat, itu bisa mengindikasikan minat beli yang lebih kuat di level tersebut. Tapi tetap perlu dikonfirmasi dengan konteks lain, bukan sinyal mutlak.

Di atas order book, ada informasi pendukung seperti Open, High, Low, ARA/ARB (batas auto reject atas/bawah), Lot, Val (value transaksi), dan Avg (harga rata-rata). Semua ini membantu trader menilai konteks pergerakan harga hari itu.

Cara menggunakannya:

- Klik langsung baris harga Bid atau Offer. Form transaksi beli atau jual otomatis terbuka dengan harga sudah terisi sesuai baris yang diklik. Ini mempercepat proses input order.

- Klik jumlah lot atau frekuensi. Kamu bisa melihat rincian antrian di level harga tersebut, misalnya berapa banyak order dan dari sisi mana yang mendominasi di harga itu.

Manfaat fitur ini buat trader: mengurangi kesalahan input harga manual dan mempercepat eksekusi saat momentum pasar bergerak cepat.

Pantau dan Eksekusi Order Lebih Presisi di Ajaib

Harga saham bukan angka statis. Biasakan diri mengamati Order Book selama beberapa hari tanpa transaksi untuk memahami pola antrian dan dinamika harga sebelum mulai aktif bertransaksi. Dengan begitu, kamu nggak gampang panik atau terburu-buru saat harga bergerak cepat.

Manfaatkan fitur Order Book di aplikasi Ajaib untuk memantau antrian bid-offer secara real-time sebelum transaksi. Keunggulan Ajaib: order book interaktif (klik harga langsung isi form, klik lot lihat rincian antrian) dan terintegrasi dengan data pasar lengkap seperti Running Trade, Broker Summary, dan Broker Flow dalam satu aplikasi. Buka Ajaib sekarang dan coba langsung fitur Order Book untuk transaksi yang lebih presisi dan terukur.

Disclaimer: Konten ini bersifat edukasi dan informasi, bukan ajakan untuk membeli atau menjual aset tertentu. Investasi saham memiliki risiko. Pastikan lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan keuangan.



(ega/ega)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads