Demikian disampaikan Dirut PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), Hasan Zein Mahmud, usai acara peresmian PT Brankas Wealth Management (BWM) di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (27/11/2007).
"Selisih 375 hingga 380 basis poin antara BI Rate dengan suku bunga The Fed, itu masih wajar. Justru selisih itu yang mendorong mengalirnya hot money ke Indonesia," kata Hasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bad newsnya pada APBN. Akan tetapi, good news bagi cadangan devisa. Saat ini cadangan devisa kita tertinggi dalam sejarah, yaitu sekitar US$ 54 miliar,"
kata Hasan.
Namun ia menghimbau, kondisi ekonomi global tetap harus menjadi perhatian utama, terutama ekonomi AS. Sementara Dirut BWM, Riza Wibawa mengatakan bahwa dampak Subprime Mortgage (SPM), masih akan berpengaruh kepada kondisi ekonomi dunia.
"Krisis SPM bisa dibilang membawa dampak yang lebih besar daripada great depression. Hingga tadi malam, US stock market, DJI dan S&P 500 terhitung telah turun sebesar 10% sejak SPM. Tahun 2008 pun harga minyak bisa bertahan di US$ 100, dan harga emas bisa menembus US$ 1.000 pada kuartal I 2008," kata Riza.
Sementara mengenai kondisi domestik, Riza mengatakan bahwa kondisi pasar finansial akan lebih stabil. Salah satu faktor penyebabnya adalah menjelang pemilu.
Namun, Hasan menyatakan, kondisi pasar finansial justru akan lebih bergejolak menjelang pemilu.
"Menjelang pemilu, pasar finansial akan lebih bergejolak, sehingga kecil kemungkinan BI menurunkan suku bunganya, karena suku bunga tetap akan
lebih menstabilkan pasar," kata Hasan.
Sementara itu, Riza memproyeksikan ada beberapa industri yang akan tetap tumbuh pada 2008, yaitu minyak dan pertambangan, infrastruktur, properti, private equity, dan government bonds.
(dro/ir)











































