Pasar Global Labil, Obligasi Pemerintah Jadi Tumpuan 2008

Pasar Global Labil, Obligasi Pemerintah Jadi Tumpuan 2008

- detikFinance
Selasa, 27 Nov 2007 18:00 WIB
Jakarta - Kondisi pasar global tahun 2008 yang diperkirakan masih labil, membuat investor akan lebih berhati-hati menginvestasikan dananya. Obligasi pemerintah akan menjadi tumpuan karena dinilai lebih memiliki kepastian.   

"Krisis subprime mortgage (SPM), kenaikan harga minyak, dan dampaknya pada pasar finansial, terutama pasar saham, akan membuat investor lebih tertarik pada obligasi
pemerintah." kata Dirut PT Brankas Wealth Management (BWM) Riza Wibawa, usai peresmian BWM di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (27/11/2007).

Selisih basis poin antara suku bunga The Fed dan BI Rate juga mendorong alokasi
dana ke pasar finansial Indonesia. "Selisihnya cukup besar, antara 375 basis poin. Itu menarik investor, terutama asing, untuk mengalirkan hot money ke Indonesia." kata Riza.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, ia menambahkan, dampak bubbling SPM pada pasar saham diperkirakan akan masih berpengaruh pada 2008. Hal ini mendorong investor, baik lokal maupun asing untuk berinvestasi secara lebih aman, yaitu di obligasi pemerintah.

"Saat ini, total government debt Indonesia, berupa obligasi, senilai Rp 796,9 triliun, dan hutang bunga yang harus dibayarkan pemerintah sekitar Rp 63 triliun per tahun," kata Riza.

Hal ini menunjukkan tren yang cukup besar pada pasar obligasi pemerintah, yang berarti meningkatnya alokasi dana pada pasar modal, atau pasar sekunder.

Namun, Dirut Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), Hasan Zein Mahmud, menghimbau agar meningkatnya alokasi dana pada sektor pasar finansial, harus diiringi dengan peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai mekanisme pasar modal dan wealth
management
.

"Wealth management harus berkembang secara simbiosis mutualisme dengan berkembangnya industri pasar modal. Hal ini menjadi sangat penting agar masyarakat tidak mudah tergiur masuk ke sektor pasar modal dengan tangan kosong," kata Hasan. (dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads