Pemerintah bakal menerbitkan surat utang baru dalam mata uang yuan di China, yakni Panda Bond pada 23 Juli 2026. Dari Panda Bond ini, pemerintah menargetkan dapat menghimpun dana US$ 1 miliar atau setara sekitar 7 miliar yuan, bergantung pada kondisi pasar.
Hal ini diungkapkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Konferensi Pers APBN KITA, Jakarta, Selasa (21/7/2026).
"Rencana issuance ini 23 Juli. Kamis ya. Targetnya US$ 1 miliar," ujar Purbaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Purbaya meyakini penerbitan Panda Bond akan mendapat respons positif dari investor di China. Bahkan ia memprediksi permintaan investor terhadap Panda Bond jauh lebih besar dari jumlah yang ditawarkan.
Hal ini terjadi karena lembaga rating di China, yakni Lianhe Credit Rating memberikan peringkat utang itu AAA/Stable.
Mesk demikian, pemerintah memilih membatasi nilai penerbitan perdana sebesar US$ 1 miliar karena instrumen tersebut baru pertama kali diterbitkan di pasar China.
"Karena ini pasar baru, kita jajakin dulu. Walaupun mungkin offering nya, bid-nya gede sekali.Cuma kita batasi dulu US$ 1 miliar dolar. Nanti kalau perlu beberapa bulan kemudian kita issuance lagi dalam jumlah yang lebih besar," terangnya.
Tonton juga video "BGN Ternyata Punya Utang Rp 1,6 T, Ini Rinciannya..."
(hrp/fdl)









































