Viral Siswa PIP Naik Ambulans, BNI Tegaskan Bukan Arahan Petugas

Viral Siswa PIP Naik Ambulans, BNI Tegaskan Bukan Arahan Petugas

Annisa Sekar Melati - detikFinance
Jumat, 24 Jul 2026 13:52 WIB
Viral Siswa PIP Naik Ambulans, BNI Tegaskan Bukan Arahan Petugas
Foto: BNI
Jakarta -

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memastikan proses pendaftaran dan aktivasi rekening Program Indonesia Pintar (PIP) bagi seorang siswa di BNI Lubuk Pakam telah selesai. Seluruh tahapan dan persyaratan yang diperlukan telah dipenuhi sehingga proses aktivasi rekening siswa yang bersangkutan dapat dituntaskan.

Penjelasan tersebut disampaikan menyusul beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan seorang siswa datang ke BNI Lubuk Pakam dalam kondisi sakit menggunakan ambulans dan tempat tidur pasien.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan BNI turut prihatin atas kondisi yang dialami siswa dan keluarganya. Ia menegaskan pihaknya memahami perhatian masyarakat terhadap peristiwa tersebut dan memastikan petugas telah memberikan penjelasan serta pendampingan selama proses pelayanan berlangsung.

"Kami telah membantu menyelesaikan seluruh proses pendaftaran dan aktivasi rekening PIP siswa yang bersangkutan. Petugas BNI mendampingi keluarga dalam setiap tahapan hingga seluruh proses berhasil dituntaskan," ujar Okki dalam keterangan tertulis, Jumat (24/7/2026).

ADVERTISEMENT

Okki menjelaskan, sejak awal petugas telah menyampaikan kepada keluarga bahwa proses aktivasi rekening tidak perlu dilakukan secara terburu-buru. Menurutnya, masa aktivasi masih berlangsung hingga akhir 2026 sehingga keluarga disarankan menunggu hingga kondisi kesehatan siswa membaik.

Ia menambahkan, saat keluarga kembali pada hari yang sama, petugas juga menyampaikan bahwa siswa tidak harus masuk ke dalam kantor cabang dan dapat tetap berada di dalam ambulans apabila kondisinya belum memungkinkan.

"Kehadiran siswa menggunakan ambulans dan tempat tidur pasien bukan atas permintaan maupun arahan petugas BNI. Sebelumnya, keluarga telah memperoleh penjelasan bahwa proses aktivasi masih dapat dilakukan sesuai dengan batas waktu yang tersedia," ujar Okki.

Saat keluarga melanjutkan proses aktivasi, petugas BNI tetap memberikan pendampingan dan membantu penyelesaian seluruh tahapan yang diperlukan. Setelah persyaratan dipenuhi, proses aktivasi rekening dapat diselesaikan.

Okki menjelaskan BNI juga memiliki mekanisme pelayanan bagi nasabah dengan kondisi kesehatan atau kebutuhan khusus. Apabila diperlukan, pelayanan dapat dikoordinasikan agar petugas hadir menemui nasabah melalui pengaturan dan janji temu sebelumnya, dengan tetap memperhatikan ketentuan, aspek keamanan, serta kebutuhan verifikasi dalam setiap layanan.

"Untuk nasabah dengan kondisi tertentu, keluarga dapat terlebih dahulu berkoordinasi dengan kantor cabang agar bentuk pelayanan yang paling sesuai dapat dipersiapkan. Langkah ini penting agar proses layanan tetap berjalan aman, nyaman, dan tetap memenuhi ketentuan yang berlaku," jelas Okki.

BNI menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan yang baik, humanis, dan sesuai ketentuan kepada seluruh nasabah, termasuk penerima manfaat program pemerintah. Sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan, BNI akan terus mengevaluasi standar pelayanan di seluruh unit kerja, khususnya bagi nasabah dengan kondisi kesehatan atau kebutuhan khusus. Evaluasi tersebut dilakukan agar setiap layanan dapat berlangsung secara aman, nyaman, dan tetap memperhatikan kondisi masing-masing nasabah.

Masyarakat pun diimbau untuk memastikan setiap informasi yang diterima maupun disebarluaskan telah terverifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Informasi lebih lanjut mengenai layanan BNI dapat diperoleh melalui BNI Call 1500046



(akn/ega)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads