Hal ini dikatakan oleh Direktur Utama Bank Syariah Mega Indonesia Beny Witjaksono di sela acara Seminar Akhir Tahun Perbankan Syariah 2007 di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (28/11/2007).
"Kami berharap sukuk bisa keluar awal tahun 2008, kalau sukuk siap kami alokasikan 10 persen dari total aset kami yang saat ini sebesar Rp 2,4 triliun, jadi untuk sukuk kami alokasikan Rp 240 miliar karena DPK (Dana Pihak Ketiga) kami kan juga cukup besar untuk menopang ekspansi pembiayaan tahun depan," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
diterbitkan akan sangat positif.
"Kalau sekarang saja tumbuhnya 13 persen, kalau ada sukuk bisa sampai 15-20 persen, soalnya bank syariah itukan cenderung menahan DPK yang masuk karena kebingungan mencari instrumen, FDR-nya juga kan tinggi-tinggi di atas 90 persenan, karena kami berusaha membalance antara DPK dan pembiayaan," paparnya.
Menurutnya jika sukuk bisa diterbitkan, ditambah dengan rencana penerbitan SBI Syariah, maka perbankan syariah akan bisa lebih ekspansif dalam mencari pendanaan. Selain mendapatkan return dari instrumen-instrumen investasi tersebut.
Menurutnya jika SBI Syariah diterbitkan BI, maka ini bisa mendorong pertumbuhan perbankan syariah hingga 20 persen. "Kalau ada perubahan aturan soal pajak ganda bisa tumbuh 20 persen, belum lagi banyak bank besar masuk syariah, jadi saya yakin pertumbuhan bank syariah tahun depan bisa 60 persen," katanya.
Untuk bisnis pembiayaan sendiri, Beny mengatakan bahwa Bank Syariah Mega Indonesia di 2008 akan mengurangi porsi kredit kendaraan bermotornya.
"Tahun-tahun kemarin dan biasanya kan kami lebih dominan ngasih ke FIF sampai 90 persen, nah 2008 paling tinggal 40 persenan karena kami melihat persaingan sepeda motor sangat tinggi, jadi kami harus melihat peluang lain, peluang itu di korporasi," ujarnya.
Untuk tahun 2008 target pembiayaan korporasi dari Bank Syariah Mega Indonesia bisa mencapai 20 persen dari total kredit. "Kalau tahun ini pembiayaan ke korporasi paling hanya ditutup 7 persen dari total lending (kredit)," katanya. (dnl/ir)











































