Presdir Bank NISP Pramukti Surjaudaja menjelaskan, dana yang didapatnya nanti akan digunakan untuk me-refinancing utang-utangnya dengan bunga yang lebih murah.
"Saat ini kita sedang persiapan. Kalau kondisinya bagus, mungkin sekitar bulan Maret-April tahun depan kita sub debt," katanya usai paparan publik di gedung NISP, Jakarta, Jumat (30/11/2007).
Langkah ini juga dilakukan Bank NISP untuk menambah modalnya dalam rangka memenuhi ketentuan Arsitektur Perbankan Indonesia (API) pada 2010, yang mensyaratkan modal Rp 10 triliun bagi bank yang ingin jadi bank nasional.
Saat ini modal yang dimiliki Bank NISP masih sekitar Rp 3,3 triliun. Menurut Pramukti, aturan itu kemungkinan akan lancar dijalankan pada tahun 2010-2012.
"Jadi masih jauh, bisa saja sih kita minta pemegang saham kasih modal segitu, tapi tidak akan seperti itu," ujarnya
(lih/qom)











































