Bancassurance Andalan NISP 2008

Bancassurance Andalan NISP 2008

- detikFinance
Jumat, 30 Nov 2007 11:35 WIB
Jakarta - Bank NISP menargetkan pertumbuhan bisnisnya tahun depan mencapai 25% dibanding tahun ini.

Presdir NISP Pramukti Surjaudaja menjelaskan, pihaknya optimistis akan perekonomian Indonesia tahun depan, meski ada ancaman harga minyak dan suprime mortgage.

"Pertumbuhan kita 2008 sekitar 25%, memang ada ancaman seperti harga minyak tapi kita optimistis," katanya usai public expose di gedung NISP, Jakarta, Jumat (30/11/2007).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Produk andalan untuk mendongkrak pertumbuhan bisnis itu diantaranya adalah bancassurance.

Sementara itu, target penjaminan kredit 2008 juga naik 25% dari akhir 2007 sebesar Rp 5-7 triliun. Begitu juga dengan deposit yang tumbuh berimbang, sekitar 25%.

Untuk mendukung performanya tahun depan, Bank NISP juga akan membuka 20 kantor cabang baru dan 100 ATM. Diperkirakan investasi yang dibutuhkan sekitar Rp 500 miliar.

Pembukaan kantor cabang tahun depan itu lebih sedikit dibanding 2 tahun terakhir yang mencapai 170 cabang. "Kita memang akan lebih mengoptimalkan kantor yang sudah ada saja," katanya.  Rencananya NISP akan memiliki 500 kantor cabang pada 2010.

Pendanaan Kredit

 
Bank NISP akan mendanai berbagai proyek elektronik dan transportasi seperti shipping hingga sebesar RP 40 miliar.

Menurut Presdir NISP Pramukti Surjaudaja, NISP terlibat dalam sindikasi untuk mendanai proyek-proyek tersebut.

"Kita ada sindikasi, tapi belum difinalisasi. Mungkin sekitar 2-3% dari porofolio. Portofolio kita kan sekitar Rp 20 triliun," katanya.

NISP sebelumnya memang sudah mendanai beberapa proyek elektronik dan transportasi. Pramukti mengaku NISP tidak menyiapkan plafon khusus untuk kredit infrastruktur itu.

"Tidak ada plafon maksimal, seadanya saja. Sekarang kita Rp 1 triliun ada," lanjutnya.

Sementara untuk pengucuran kredit hingga akhir 2007 diharapkan minimal 25% atau Rp 4% triliun dari outstanding-nya yang sebesar Rp 22 triliun.

Suku bunga yang ditawarkan untuk kredit corporate adalah 10-11%, untuk consumer adalah 10%, dan untuk UMKM sekitar 11-12%.

(lih/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads