Hal itu disampaikan Direktur Akuntansi dan Keuangan Bank UOB Buana, Safrullah Hadi Saleh usai paparan publik di Hotel Four Seasons, Jakarta, Jumat (30/11/2007).
"Tergantung kebutuhan kita, kalau menguntungkan ya rights issue duluan," ujar Safrullah.
Namun ia mengaku belum bisa menentukan kapan tepatnya penerbitan subt debt ataupun rights issue Bank UOB Buana. "2008 belum kelihatan, 2009 mungkin," ungkapnya.
Bank UOB melihat modal inti perusahannya pada 2010 akan mencapai Rp 7,5 triliun. Hingga kuartal III-2007, modal inti Bank UOB Buana Rp 3,7 triliun.
Arsitektur Perbankan Indonesia (API) pada 2010 mensyaratkan modal Rp 10 triliun bagi bank yang ingin jadi bank nasional. Sejumlah bank pun kini mulai bersiap menambah modal. Bank NISP juga termasuk bank yang akan menerbitkan subt debt untuk menambah modalnya terkait ketentuan BI itu.
Direktur Utama Bank UOB Buana Armand B Arief menambahkan, tahun 2008 pihaknya akan lebih mengembangkan lagi pasar consumer dan ritel komersial dibanding corporate banking-nya.
"Kita akan terus berusaha meningkatkan brand dari UOB dan meningkatkan pangsa pasar di consumer dan ritel komersial," ujarnya.
Strategi yang akan diambil antar alain melalui improvisasi proses kredit dan meningkatkan layanan nasabah dan memperluas produk-produk baru perbankan. Untuk rencana kerja perusahaan, tahun 2008 akan diserahkan kepada BI Januari 2008.
"Rencana 2008 detailnya masih dalam penyelesaian yang harus sesuai dengan paraturan, jadi saya tidak bisa memberikan secara rinci," pungkas Armand. (qom/ir)











































