Harga Minyak Langsung Turun Usai AS-Iran Setop Serangan

Harga Minyak Langsung Turun Usai AS-Iran Setop Serangan

Heri Purnomo - detikFinance
Selasa, 04 Agu 2026 22:35 WIB
Harga minyak melonjak dekati US$ 80/barel imbas serangan AS ke situs nuklir Iran. Ketegangan di Timur Tengah picu kekhawatiran pasokan global.
Ilustrasi.Foto: REUTERS/Dado Ruvic
Jakarta -

Harga minyak dunia turun nyaris 4% pada Selasa (4/8/2026) dan menyentuh level terendah dalam tiga pekan.

Pelemahan terjadi setelah adanya pernyataan dari Qatar dan Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent yang memicu optimisme terhadap penyelesaian diplomatik konflik Timur Tengah yang dapat melancarkan kembali pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.

Dikutip dari Reuters, Selasa (4/8/2026), harga minyak mentah Brent, yang menjadi acuan internasional untuk pengiriman bulan berikutnya turun US$ 3,11 atau 3,71% menjadi US$ 80,66 per barel pada pukul 11.59 waktu setempat, setelah sempat menyentuh level tertinggi intraday di US$ 86,33 per barel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun US$ 3,58 atau 4,46% menjadi US$ 76,76 per barel, setelah sebelumnya mencapai level tertinggi sesi di US$ 82,33 per barel.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed Al Ansari mengatakan upaya untuk mencapai penyelesaian diplomatik atas konflik tersebut masih terus berlangsung. Para mediator, termasuk Qatar, Pakistan, dan Oman, berkoordinasi secara intensif untuk memfasilitasi perundingan dan pertukaran rancangan proposal antara kedua pihak.

ADVERTISEMENT

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kesepakatan dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dapat tercapai paling cepat pada Selasa atau Rabu.

Dalam wawancaranya dengan CNBC, Bessent mengatakan ia telah melihat cukup banyak kapal mulai keluar dari Selat Hormuz.

Sebelumnya pada sesi perdagangan yang sama, kedua acuan harga minyak sempat menguat lebih dari 2% karena ketidakpastian mengenai prospek kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran.

"Harga minyak memangkas kenaikan sebelumnya setelah pejabat Qatar mengatakan rancangan penyelesaian potensial antara AS dan Iran telah disusun," kata Analis UBS, Giovanni Staunovo.

"Meskipun produksi di Timur Tengah telah pulih dari level terendahnya, produksinya masih berada di bawah tingkat sebelum konflik, sehingga pasar minyak tetap mengalami kekurangan pasokan," sambung Staunovo.

(hrp/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads