Jurus Bank Jago Genjot Nasabah

Jurus Bank Jago Genjot Nasabah

Amanda Christabel - detikFinance
Kamis, 06 Agu 2026 23:39 WIB
Bank Jago
Foto: Dok. Bank Jago
Jakarta -

PT Bank Jago Tbk, PT Bibit Tumbuh Bersama (Bibit), dan PT Stockbit Sekuritas Digital (Stockbit) mencatatkan 3,6 juta nasabah per Juli 2026 yang terintegrasi dalam platform investasi yang terhubung di Bank Jago.

Bank Jago menggandeng Bibit & Stockbit sejak 2021, untuk memberikan opsi investasi di dalam layanan perbankan digital.

Head of Wealth Management Bank Jago Nyoman Sukmawati mengatakan selain dari jumlah nasabah yang terintegrasi itu, jumlah pengguna rekening dana nasabah (RDN) Bank Jago yang terkoneksi dengan Bibit dan Stockbit mencapai hampir 2 juta nasabah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita benar-benar membuat integrasinya sangat menyeluruh, end-to-end. Membuat lebih simple dan lebih mudah buat nasabah dimulai dengan onboarding-nya. Jadi, onboarding dalam hal ini bagaimana nasabah Bibit dengan mudah memiliki aplikasi Jago dan sebaliknya," terang Nyoman dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Nyoman mengatakan, berdasarkan jenis instrumen investasi, portofolio investasi nasabah Bank Jago yang dikelola melalui Bibit dan Stockbit terdiri dari investasi saham sebesar 48,4%; reksa dana 38,6%; dan obligasi sebesar 13%.

ADVERTISEMENT

"Kalau dilihat dari frekuensi transaksi, memang bisa dibilang 88% itu saham, disusul reksa dana 11,9% dan sisanya obligasi. Dengan perkembangan ini, kita juga sangat optimistis melihat pertumbuhannya. Semakin banyak nanti nasabah yang juga akan mulai mencoba melihat diversifikasi investasinya ke produk seperti ini," terang Nyoman.

Ke depan, Bank Jago bakal mengembangkan fitur investasi emas digital. Nyoman mengatakan, dalam menelurkan fitur investasi baru di Bank Jago perlu melalui kajian dan kehati-hatian.

"Kami sedang dalam penjajakan (tabungan emas). Kami sebagai bank tentunya juga menerapkan proses kehati-hatian dalam kajian, dalam assessment kami. Jadi, nanti begitu proses itu semua sudah dirasa cukup matang, sudah juga mendapatkan persetujuan dari pihak regulator dalam hal produk baru, tentunya akan segera kami rilis," ungkapnya.

Sementara itu, Head of PR & Corporate Communication Bibit & Stockbit, William, mengatakan Bibit & Stockbit saat ini telah menghimpun lebih dari 10 juta pengguna dengan hampir 90% di antaranya merupakan generasi milenial dan Z. Hal ini menunjukkan tingginya penggunaan platform investasi digital di kalangan usia produktif.

"Jadi, tentu multifaktor. Kami menyadari bahwa layanan investasi yang aman, mudah, simple, seamless itu juga ditopang oleh keadaan perekonomian. Ketika misalnya banyak IPO-nya, atau ekonomi sedang baik-baiknya, tentu dilihat di pasar modal akan lebih kelihatan dibandingkan kalau (ekonomi) lagi lesu," kata William.

(hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads