AI hingga Ancaman Siber Jadi Tantangan Baru, Bank Siapkan Hal Ini

AI hingga Ancaman Siber Jadi Tantangan Baru, Bank Siapkan Hal Ini

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Sabtu, 08 Agu 2026 13:38 WIB
Ilustrasi IT
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Perbankan kini tidak hanya dituntut memiliki teknologi yang canggih, tetapi juga talenta teknologi informasi (IT) yang mampu mengembangkan dan mengelola teknologi sesuai kebutuhan bisnis.

Perkembangan artificial intelligence (AI), big data dan data analytics, cloud computing, modernisasi arsitektur teknologi, hingga meningkatnya ancaman cybersecurity membuat kebutuhan terhadap talenta IT di industri perbankan semakin besar.

Bank Jakarta menjadi salah satu bank yang menyiapkan talenta di bidang tersebut melalui Officer Development Program (ODP) Information Technology Batch I 2026. Program ini diikuti 17 peserta dan diselenggarakan bekerja sama dengan BINUS University.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan pengembangan talenta IT menjadi bagian dari transformasi yang dilakukan perusahaan.

"Bank Jakarta saat ini tengah menjalankan transformasi secara menyeluruh yang mencakup aspek bisnis, operasional, manajemen risiko, teknologi informasi, hingga pengembangan people and culture sebagai satu kesatuan yang saling memperkuat. Kami meyakini bahwa kemampuan untuk terus beradaptasi dan berinovasi merupakan fondasi utama agar Bank Jakarta mampu tumbuh secara berkelanjutan di tengah perubahan industri yang semakin dinamis. Oleh karena itu, melalui Officer Development Program Information Technology ini, kami menyiapkan talenta digital yang akan menjadi bagian penting dalam mengakselerasi transformasi tersebut," ujar Agus.

ADVERTISEMENT

Direktur Teknologi & Operasional Bank Jakarta Daniel Setiawan Subianto mengatakan perkembangan teknologi membawa tantangan baru bagi industri perbankan. Talenta IT, menurutnya, tidak cukup hanya menguasai aspek teknis, tetapi juga perlu memahami bisnis dan operasional perbankan.

"Melalui ODP Information Technology, peserta dipersiapkan untuk memiliki kapabilitas teknis di berbagai bidang teknologi informasi yang relevan dengan kebutuhan industri perbankan masa kini dan masa depan. Selain penguasaan aspek teknologi, mereka juga dibekali pemahaman mengenai bisnis dan operasional perbankan sehingga mampu menghadirkan solusi digital yang inovatif, memperkuat ketahanan sistem, meningkatkan efisiensi operasional, serta mendukung akselerasi transformasi Bank Jakarta secara berkelanjutan," jelas Daniel.

Program tersebut mencakup pengembangan kompetensi teknologi sekaligus pemahaman terhadap bisnis perbankan. Materi yang relevan dengan perkembangan industri mencakup pemanfaatan AI, pengelolaan data, cloud computing, arsitektur teknologi, serta keamanan siber.

(fdl/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads