Untuk rencana penerbitan obligasi itu, lembaga pemeringkat PT Moody's Indonesia menetapkan peringkat skala nasional Aa1.id dengan outlook stabil.
"Peringkat tersebut merefleksikan dukungan yang besar dari induk perusahaan Resona Bank Limited, Jepang (yang memiliki peringkat skala global A1), efisiensi dalam operasional yang sangat baik, tingkat modal yang tinggi, dan likuiditas keuangan Bank yang cukup memadai," kata Iwan Wisaksana, Moody’s VP/Senior Analyst dalam siaran pers, Senin (3/12/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peringkat tersebut ikut memperhitungkan wilayah operasional Bank Resona Perdania yang secara geografis masih terbatas, terdapatnya konsentrasi credit risk dalam portofolio Bank, dan kualitas aset yang secara relatif berada di bawah rata-rata perbankan di Indonesia," tambah Iwan.
Strategi utama Bank Resona Perdania adalah menyalurkan kredit kepada
perusahaan-perusahaan yang terkait dengan Jepang dan juga kepada
perusahaan-perusahaan lokal Indonesia dengan portofolio kredit yang terbagi diantara kedua grup ini. Saat ini di Indonesia terdapat sekitar 850 perusahaan yang terkait dengan Jepang.
"Sehubungan dengan ekspansi bisnisnya, bank berencana untuk meningkatkan porsi perusahaan-perusahaan lokal Indonesia dalam portofolio kreditnya," kata Iwan.
Hal lain yang ikut diperhitungkan dalam peringkat Bank adalah tingkat profitabilitas Bank Resona Perdania yang stabil dan berada sedikit di atas pesaing-pesaing domestiknya.
Di sisi lain, peringkat tersebut dibatasi oleh pendapatan Bank yang kurang terdiversifikasi, dengan pemberian kredit yang bergantung pada perusahaan-perusahaan yang terkait dengan Jepang dan perusahaan-perusahaan lokal Indonesia.
Dalam pandangan Moody’s, penurunan pada penempatan investasi dalam negeri dari investor asing di Indonesia dapat secara signifikan mempengaruhi pertumbuhan kredit Bank.
Lebih jauh lagi, penyaluran kredit Bank Resona cukup terkonsentrasi pada beberapa debitor hal ini juga merupakan salah satu hal yang membatasi peringkat Bank. Rasio gross NPL Bank berada pada tingkat 7,3% dengan net NPL pada tingkat 3,2%.
Bank Resona Perdania merupakan Bank joint-venture tertua di Indonesia yang dahulu dikenal dengan nama Bank Daiwa Perdania. Bank mulai beroperasi di tahun 1958 dan sampai dengan saat ini telah memiliki enam kantor cabang yang tersebar di lima kota di pulau Jawa.
(ir/qom)











































