Perbankan Syariah RI Kalah Telak Dibanding Malaysia

Perbankan Syariah RI Kalah Telak Dibanding Malaysia

- detikFinance
Selasa, 04 Des 2007 12:45 WIB
Yogyakarta - Jumlah penduduk muslim di Indonesia jauh lebih banyak ketimbang Malaysia. Tapi soal pertumbuhan bank syariah, Indonesia ternyata masih kalah jauh dibandingkan dengan Malaysia.

Total aset perbankan syariah Indonesia per Juni 2007 mencapai Rp 29,2 triliun atau 1,65% dari total aset perbankan nasional. Sementara porsi aset perbankan syariah di Malaysia per Desember 2006 mencapai RM 63,02 miliar atau sekitar 53,68%.

Hal itu diungkapkan peneliti dari Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Islam (P3EI) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII), Priyonggo Suseno kepada wartawan di Jl Palagan Tentara Pelajar, Sleman, Yogyakarta, Selasa (4/12/2007).

Priyonggo menjelaskan, dalam satu dekade terakhir ini perkembangan perbankan syariah juga mengalami kecenderungan melambat sehingga target pencapaian porsi aset terhadap perbankan nasional belum tercapai.

Menurut dia, jumlah penduduk muslim Indonesia yang mencapai mayoritas sejauh ini belum digarap dengan baik. Padahal jumlah penduduk yang besar itu seharusnya sangat potensial untuk pengembangan ekonomi dan perbankan syariah.

"Sayang sampai sekarang masih sebatas potensi saja. Hingga kini produk syariah belum digarap secara maksimal. Indonesia masih tertinggal jauh dibanding Malaysia dan Singapura yang potensi pasarnya di bawah Indonesia," tegas staf pengajar FE UII itu.

Dia menambahkan lambatnya perkembangan perbankan syariah diantaranya disebabkan kurangnya jaringan perbankan syariah, kurangnya pemahaman masyarakat mengenai bank syariah dan kurangnya keunggulan yang ditawarkan oleh bank syariah sehingga masih kalah dibanding bank konvensional. (bgs/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads