Permintaan Renminbi di Pasar RI Setara US$ 38,9 Miliar

Permintaan Renminbi di Pasar RI Setara US$ 38,9 Miliar

Andi Hidayat - detikFinance
Rabu, 19 Agu 2026 22:03 WIB
Edisi baru seri kelima mata uang China renminbi, atau yuan, secara resmi diluncurkan. Seperti apa penampakannya?
Ilustrasi.Foto: Xinhua
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) mencatat permintaan mata uang China atau Renminbi (RMB) di pasar nasional setara US$ 38,9 miliar atau sekitar Rp 691,87 triliun (kurs Rp 17.786/US$) hingga Juli 2026.

Angka tersebut hampir memenuhi 100% dari target Renminbi tahun 2026. Deputi Gubernur BI, Thomas Djiwandono, menjelaskan pihaknya menargetkan renminbi sebesar US$ 40 miliar sekitar Rp 711,40 triliun.

Pertumbuhan renminbi diketahui terjadi menyusul Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) Nomor 24 Tahun 2026 yang mengatur tentang penyelesaian transaksi bilateral antara Indonesia dan Tiongkok menggunakan mata uang lokal Rupiah dan Renminbi (LCT) melalui bank

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Demand atau permintaan renminbi di pasar domestik sudah mencapai US$ 38,9 miliar," ujar Thomas dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (19/8/2026).

Thomas menjelaskan, kebijakan ini mendorong pendalaman pasar keuangan dan mendukung stabilitas nilai tukar. BI juga diketahui telah bekerja sama People's Bank of China (PBOC) untuk membentuk renminbi Clearing Bank.

ADVERTISEMENT

"Jadi permintaan renminbi ini memang sangat besar dan Clearing Bank ini fungsinya adalah memastikan kesediaan likuiditas renminbi tersebut dan mendorong transaksi rupiah renminbi," terangnya.

Ia menambahkan, Clearing Bank ini diproyeksikan untuk beroperasi pada kuartal IV tahun ini. BI juga mendorong bank nasional untuk menjadi clearing bank kedua.

"Clearing Bank secara operasional akan paling lambat di kuartal keempat tahun ini, PBOC sudah memastikan bahwa Clearing Bank yang pertama adalah Bank of China, tapi kami juga di Bank Indonesia mendorong suatu bank nasional dan memang ini Bank Himbara saat ini sedang melalui proses administrasi. Jadi nanti akan ada dua Clearing Bank renminbi di Indonesia," jelas Thomas.

(ahi/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads