PT Fintek Karya Nusantara (LinkAja) bertransformasi dari platform pembayaran digital menjadi Financial Service Enabler yang menghubungkan berbagai kebutuhan finansial dalam ekosistem B2C, B2B, dan B2B2C. LinkAja berkolaborasi dengan ekosistem BUMN, institusi keuangan, perusahaan teknologi, serta berbagai mitra strategis.
Melalui kapabilitas seperti payment gateway, QRIS, merchant payment, money transfer, incentive disbursement, account linkage, hingga solusi finansial bagi bisnis, LinkAja membangun konektivitas yang memungkinkan layanan keuangan hadir secara lebih terintegrasi di berbagai ekosistem.
"LinkAja terus berkembang dari sekadar payment platform menjadi Financial Service Enabler yang menghadirkan solusi keuangan sesuai kebutuhan ekosistem. Kekuatan kami terletak pada kemampuan untuk menghubungkan berbagai pihak dan menghadirkan value melalui kolaborasi. Ke depan, kami akan terus memperkuat kapabilitas tersebut untuk menciptakan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan," ujar Chief Executive Officer LinkAja, Yogi Rizkian Bahar dalam keterangan tertulis, Kamis (20/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada semester I-2026, LinkAja mencatat pertumbuhan EBITDA lebih dari 200% secara year-on-year. Pada periode yang sama, laba bersih juga tumbuh lebih dari 100% secara year-on-year, menunjukkan penguatan kinerja keuangan perusahaan. Dari sisi operasional, LinkAja mencatat pertumbuhan Monthly Active Users (MAU) sebesar 5% secara year-on-year pada semester I-2026.
"Pertumbuhan yang kami capai tidak hanya kami lihat dari sisi angka, tetapi juga dari kualitas dan keberlanjutan bisnis. Kami terus membangun fondasi yang lebih sehat dengan mengoptimalkan kapabilitas finansial dan teknologi, sekaligus memperluas peluang melalui ekosistem dan strategic partnership," ujar Chief Finance & Strategy Officer LinkAja, Wannahari Harahap.
LinkAja juga memperkuat kolaborasi dengan pemegang saham dan mitra strategis untuk menghadirkan solusi keuangan digital yang relevan bagi masyarakat maupun pelaku usaha. Kolaborasi dengan Telkomsel antara lain diwujudkan melalui DigiPOS, yang memanfaatkan LinkAja sebagai payment currency bagi merchant dan reseller, sekaligus mendukung kebutuhan transaksi berbagai produk digital. LinkAja juga mendukung MyTelkomsel Account Linkage untuk menghadirkan kapabilitas layanan keuangan LinkAja ke dalam ekosistem MyTelkomsel.
Sementara itu, melalui kolaborasi dengan Himbara, LinkAja turut memperluas akses layanan keuangan digital melalui layanan cash-in, cash-out, dan cardless withdrawal bagi pengguna. Berbagai kolaborasi tersebut mencerminkan peran LinkAja sebagai Financial Service Enabler yang menghubungkan berbagai pihak dalam ekosistem digital, mulai dari BUMN, institusi keuangan, partner B2B, merchant, hingga ritel, untuk menciptakan solusi keuangan yang lebih terintegrasi dan bernilai.
Selain pengembangan layanan finansial konvensional, LinkAja juga memperkuat kontribusinya terhadap ekosistem ekonomi dan keuangan syariah melalui LinkAja Syariah, yang merupakan satu-satunya e-wallet syariah di Indonesia. Memasuki tahun keenam, LinkAja Syariah telah dipercaya oleh lebih dari 9 juta pengguna dan mencatatkan lebih dari 213 juta transaksi di seluruh Indonesia.
Komitmen terhadap prinsip syariah juga diperkuat melalui pembaruan sertifikasi kesesuaian syariah dari DSN-MUI pada 2022 dan 2025. Dalam enam tahun terakhir, LinkAja Syariah juga telah menyalurkan dana donasi yang dipercayakan pengguna sebesar Rp403 miliar melalui kemitraan dengan lebih dari 31 organisasi sosial dan keagamaan.
Pada 2026, LinkAja Syariah terus mengembangkan fitur dan kemitraan untuk memperluas akses layanan keuangan syariah, termasuk melalui Kalkulator Zakat, Menu BAZNAS, serta pengembangan kolaborasi dengan berbagai institusi dalam ekosistem ekonomi syariah.
(rea/ara)









































